Tag Archive | RohiS

이슬람 교도 The New Ukhuwah from Badan Pengelola Mentoring Agama Islam Insani UNDIP

The weekend is a perfect time to have our friends get involved in physical activities to made event on campus and still ‘score’ the blessings. November 26th, 2011 we are from Biro AAI UNS so excited to meet many brothers and sisters of Badan Pengelola Mentoring Agama Islam Insani UNDIP (BPMAIU) Semarang. An organization of Islamic Tutorial in Diponegoro University. In fact, this event attended 40 people from UNDIP and POLINES.

Biro AAI UNS

One day before, DLK already gave a visit to Mawa Hall because the AlBar of NH used to Tahsin Class. It wasn’t conducive for many new student colleges of Education Faculty participated on Sholat Training. Alhamdulillah we got permission to use the Mushola of Agriculture Faculty, the location of the ‘studi banding’. They arrived at UNS in Masjid Nurul Huda Islamic Center at 11.30 a.m. Some of us received BPMAIU delegation in NH and the other made the preparations. Slide, table, snacks, LCD were all already arranged. After dzuhur prayer, we went to Agriculture Faculty with them to get lunch. Aha, before it, they took some pictures in the beautiful part of Masjid Nurul Huda Islamic Centre, wuah it was marvelous!!! I was so proud of it, haha :D

INSANI UNDIP

Shared together about each condition, how to applied personal approach, curriculum of tutorial, human resource development and many others. As for me I really enjoyed this event because I could get some view of ‘studi banding’ held, before we are going to have real ‘studi banding’ in Tutorial PAI UNY and PKP AAI UGM, Insya Allah.

Masjid Nurul Huda UNS, November 2011

I like to dedicate this entry for my sisters and brothers on Biro AAI UNS. All of you are responsible in making this event a success. Litha so admire about your courage, patient and dedication. Syukron katsir.

The Sisters of BPMAI Insani UNDIP

Special for ‘Departemen Litbang dan Kehumasan; DLK’s Family: Akh Rachmad Adi Riyanto, thanks for being striping MC, Akh Syafi’ul Umam ‘mister wora-wiri & full riweuh’, Ukh Wahyu Setyowati ‘absent sheet etc’, Ukh Kurnia Sari ‘wora-wiri to got lunch on time!’ Syukron jazakumullah khairan katsir. You all did a great job! Alhamdulillah Ya Allah! It was a great day!

-Litha, Happy Islamic New Year-

1 Muharam 1433H. Bumi Allah, Solo bening

이슬람교도 Merenda Keteguhan dan Kesabaran

“Apapun yg qt lakukan” SELALU ada yg melihat. Minimal ALLAH. Bisa juga malaikat, jin qorin, syaithan,   manusia, hewan, tanaman & serta makhluq2 Allah yg lainnya.”

Sebuah pesan singkat yang Litha terima dari seorang teman. Pada mulanya agak ngeri juga, mengingat pesan tersebut dikirim sekitar jam 11 malam dan kondisi kos sudah sepi.

Namun.. ketika direnungi lebih lama sebenarnya ini menjadi suatu bentuk pengingatan bagi kita tentang adanya muraqabatullah. Allah senantiasa mengawasi kita di setiap kondisi, mengetahui apa yang kita pikirkan hingga hal terkecil bahkan untuk sebuah niat. Hal abstrak yang fisiknya tak bisa kita indra. Sebuah rem kendali terhadap perbuatan buruk kita.

Pribadi yang sadar akan pengawasan samawi (dari langit) pada hakikatnya menggunakan jasad sebagai sarana bagi ruh untuk menghamba pada-Nya. Betapapun sakit yang dirasa, payah yang semakin bertambah, kehilangan yang tak berkurang.. tak seharusnya menghentikan langkah kita untuk tetap teguh meniti jalan kebaikan.

Tsabat ini akan teruji ketika masalah muncul di depan kita. Bagaimana kita mengkonversi setiap masalah yang ada sebagai peluang untuk lulus ke tahap tingkat awal. Keberhasilan yang diraih akan menciptakan militansi sebagai kunci pembuka pintu-pintu keberhasilan berikutnya.

“… mereka tidak (menjadi) lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah,   tidak patah semangat dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh).  Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” Ali ‘Imran (3): 146

Mari kita cermati bersama ayat di atas. Tidak lemah karena bencana (red: ujian), tidak patah semangat. Sebab orang mukmin memandang hari akhir sangat dekat. Orientasi setiap aktivitas yang dikerjakakan berupa mihwar pada akhirat. Inilah yang menjadikan generasi para salafus shalih terus menerus berfastabiqul khairat.

Pernah dengar upaya yang ditempuh musuh-musuh untuk menghancurkan agama ini? Berapa banyak biaya yang ditelan untuk mempersenjatai Israel demi memblokade Palestina? Berapa waktu yang sudah mereka habiskan utnuk merancang serangkaian cara melenyapkan umat muslim?

Nah, sahabat!

Hendaklah kita hapuskan rasa inferior dalam diri ini, merasa rendah ketika berkompetisi. Padahal Allah telah menegaskan di ayat tersebut, “tidak (pula) menyerah (kepada musuh).” Sehingga ada perspektif positif yang bisa kita bangun. Kita sama-sama berkompetisi dengan musuh-musuh Allah namun yang membedakan kita dengan mereka adalah fastabiqul khairat. Berlomba-lomba dalam kebaikan. Di sana ada sebuah harapan untuk mereguk pahala yang sekali lagi dibutuhkan kesabaran berlipat untuk meraihnya.

“Wahai orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu..”     Ali ‘Imran (3): 200

Akhirnya,

Dengan segala harap kepada-Nya, semoga kita senantiasa teguh dan sabar merenda pahala untuk dituai kelak.

Bumi Allah Solo, 3 Dzulhijjah 1432H

#diketik saat menata kembali kepingan-kepingan peta hidup (=

이슬람교도 Tetaplah Di Jalan Ini…!

Teruntuk seluruh saudaraku, terkhusus buat Litha sendiri…..

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong [agama] Allah,
Niscaya dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu [QS. Muhammad:7]

Tribute to DLK’s Family of BIRO AAI UNS 2011

Akh Syafi’ul Umam, Akh Anjar Miska Prayoga, Akh Husein Nur Ariefin, Akh Rachmad Adi Riyanto
Ukht Kurnia Sari, Ukht Wahyu Setyowati, Ukht Ukhwatul Hasanah, Ukht Dian Kusumawati

Always… keep our VIRDAUS (VIsioner_DinAmis_religiUS) spirit

Entahlah, terkadang perjalanan yang jauh dan tidak pernah berakhir ini sering membuat kita lelah, capai, dan benar-benar letih. Hatta, keletihan itu sendiri terkadang tidak bisa digambarkan dengan visualisasi tertentu. Fase-fase inilah yang teramat sangat kita takutkan, kita khawatir suatu saat nanti kita tidak dapat lagi merasakan indahnya ber-Islam, indahnya berukhuwah, dan indahnya beribadah kepada Allah SWT. Kita juga mengkhawatirkan terjadinya disorientasi dalam dakwah yang sedang kita rancang.

Apapun ceritanya, ana, antum wa antuna, marilah kita berazzam agar kita tetap dan akan selalu senantiasa berada dalam rumah besar DAKWAH & TARBIYAH ini… Allahumma amiin

Tetaplah di sini saudaraku……

Di jalan keimanan ini… di jalan keislaman ini…. Tetaplah bersama-sama meniti jalan ini…. sampai usai. Kita semua mungkin sudah letih…. karena perjalanan ini amat panjang dan berliku. Tapi, bersiaplah di sini….. Jangan sekali-kali kita menjauh! Yakinlah kenikmatan pengorbanan yang kita teguk di jalan ini, jauh lebih banyak … ketimbang yang dilakukan orang-orang kebanyakan. Keindahan di sini, jauh lebih indah dari pada keindahan yang dibanggakan oleh orang-orang lalai itu.

Kita memperoleh puncak obsesi dan keinginan di saat kita mendapatkan ujian. Keinginan kita adalah apa yang dapat kita berikan untuk ISLAM dan kaum muslimin. Kegembiraan kita adalah bagaimana melihat hasil perjuangan da’wah kepada ummat. Obsesi kita adalah bagaimana bisa berbuat lebih banyak untuk ummat.

Terangilah hati dan jiwa kita untuk tetap bersama. Karena dengan itu eksistensi ukhuwah akan lebih terasa dan lebih indah. Hapuslah dzhon-dzhon yang ada dalam diri kita semua. Jangan cepat menyerah, putus asa, frustasi, apalagi cepat marah. Karena itu semua tak pernah membawa kita untuk mencapai kedudukan yg lebih mulia. Bukankah semua posisi yang lebih mulia selalu dicapai lewat pengorbanan yang luar biasa ????

Tetaplah disini saudaraku….

Tetaplah di jalan ini …. jalan keislaman…. jalan keimanan….. Tetaplah di jalan ini…. Walau hati ini perih…. walau jasad ini sakit…. Tetaplah di jalan ini…. Walau remuk tulang-tulang kita…. walau runtuh sendi-sendi kita…. walau habis cucuran keringat darah dan air mata kita…. Tetaplah di jalan da’wah ini…. Walau berkorban perasaan….. walau pahit menerima kenyataan….

Jalan yang kita tempuhi memang tak ringan. Banyak yang kita temui di jalan ini yang meninggikan asa dan harap kita. Namun, terkadang menghempaskan batin dan jiwa kita. Akan banyak yang kita temukan…. idealisme dan realitas bertempur, berperang, jauh masuk ke relung hati kita…. Hingga akhirnya jiwa kita harus mengalah…. apabila realitas jauh dari angan……..

Tetaplah disini saudaraku…. Kita akan memulai perjalanan yang lebih mendaki dan terjal. Tapi disanalah kita berharap bisa merasakan kenikmatan yang kita idam-idamkan….. Maka ucapkanlah “Alhamdulillah” atas semua keadaan yang kita alami…. Meski kebersamaan ini sungguh menguras keringat dan meletihkan sendi-sendi….

Tiada tulisan yang tergores di kertas ini selain karena kemudahan dan limpahan nikmat dari Allah ta’ala. Syukron jazakumullah khoiron katsir

Ukhuwah fillah..
It’s not how often
We seen each other
But… It’s how often
We pray and think about each other

Litha_Kos An-Nisa2
Saat jarum jam membentuk siku

6 Dhul-Qadah 1432

말하다.. need to improve my speaking skills ( -_-)”

Fufufu ^^’ need for help about how to improve my own skill.. S-P-E-A-K-I-N-G. I think speaking on forum is harder than writing (red: not seriously writing). Although writing is activity of lonelier but Litha get advantage to organizing my ideas better. Such flying on the speed of light freely. Sharing all about my problems on the words, just like loosing my big thoughts.

set-set-set-set ; jargon tahun ini

..uhm.. remember when Litha was presented my scientific paper, I felt so excited because to present on the biggest room and many people watch my present. All of them also could understanding by people who listening my present. Even the judge said that my voice isn’t loud, “Sis, did you need some enzymes for make your voice louder?” Ya Rabb.. what ashamed T_T

But speaking… hohoho, need to think out loud soon. So it depends on all materials which can trap on our brain. Even.. trying to make sure that everyone can hear and know what I’m talking about. My voice is ‘cempreng‘.. never mind lah… ;)

Get advice from my chairman, don’t be inferior person. Okey Litha, let talking be writing with someone you like!

—set-set-set-set-set— many biggest project waiting! Hamasah (^_^)9

Regards,

memory of AlBar this morning :(

(mba Okta Binti Masfiatur Rohmah, mba Zain Umul Faurihah, mba Din Nuraini Hanifah,

mba Hamidah Prasetyaningrum, mba Diska Mega V D)

TAAT PADA QIYADAH

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik, dan bantulah mereka dengan cara yang baik (An-Nahl: 125)

Ayat di atas merupakan salah satu perintah yang menunjukkan wajibnya berdakwah. Termotivasi dari seorang sahabat tentang sejauh mana sikap sami’na wa atho’na pada seorang qiyadah.. Litha mencoba menulis ini semampu Litha. Semuanya masih dalam tahap belajar… Bismillah…

… sami’na wa atho’na pada qiyadah sudah seharusnya dilakukan. Namun.. tetap dengan catatan sejauh mana kebermanfaatannya untuk kemaslahatan umat. Belajar taat dengan menumbuhkan tsiqoh bil qiyadah (percaya pd pemimpin) dengan cara interaksi langsung sehingga melahirkan kebersihan hati, loyalitas dan pengakuan akan keluasan wawasan dari sang qiyadah tersebut.

Semoga simbiosis mutualisme antara qiyadah wal jundiyah yang dibingkai atas nama dakwah ini kan berbuah mardhotillah. Sebab.. meski konsep tertata rapi, prinsip dan sistem yang matang, namun ketika motor penggeraknya tidak ada, ya sama saja.. stagnan atau parahnya berhenti.

Ketaatan bisa direfleksikan dari ruhul istijabah (semangat menjawab seruan). Ketika qiyadah kita mengamanahi untuk melaksanakan sesuatu.. ya.. kita mencoba tanggap.. segera melaksanakan amanah tersebut. Ini akan berguna bagi kita kelak atau saat ini khususnya dalam nya’bi (dakwah masyarakat) yang menuntut kepekaan sosial yang tinggi. Lanjut membaca

Tiada Lelah untuk Lillah

Inilah Dakwah… Dan kau lemah???
Jangan, Bangkitlah!!!
Belum seluruh harta kau infakkan seperti Abu Bakar.
Belum seberani Ali bin Abi Tholib yang menggantikan jasad Rasulullah Saw ketika beliau dikejar musuh Allah.
Belum setangkas Khalid bin Walid yang senentiasa bergegas menyambut seruan jihad di medan laga.

Beginilah dakwah.
Dan kau lelah???
Tidak. Semangatlah!!!
Sebab perhentian kita bukan di dunia. Sebab istirahat kita di Jannah.
Sebab musuh-musuh Allah takkan puas sampai Dien ini padam cahayanya.
Sebab jika bukan engkau, siapa lagi yang akan mengembalikan binar kemenangan di masa silam???

Ya. Inilah dakwah. Jika kau lelah berhentilah.
Tapi tidak berlama-lama. Tapi tidak berleha-leha.
Sebab kewajiban kita lebih banyak dari waktu yang tersedia.
Sebab panji-panji itu telah terbai’at dari jiwa yang setia.
Sebab engkaulah singa yang siangnya berjihad tak kenal lelah.
Sebab engkaulah rabi yang malamnya padat dengan munajat. Lanjut membaca

SERUNAI DAKWAH DARI SMADA

Bina Remaja Muslim UKMI 2009

Melihat wajah-wajah polos adek-adek peserta BRM (Bina Remaja Muslim) JN UKMI sore tadi membuat Litha terkenang 5 tahun silam. Kebetulan kos jadi sasaran buat MCK peserta BRM. Jadi tambah banyak kenalan.  Sekali lagi disadarkan oleh jatah usia yang semakin berkurang. Juli di tahun 2005, alhamdulillah diterima di SMA 2 Jogja. Rasa syukur tak terperi  meski tersaput rasa minder, maklum dari Bukit Menoreh langsung turun di daerah kota diperlukan waktu untuk adaptasi.

Banyak hal baru yang Litha temui, mulai dari kos baru, teman-teman baru dan lingkungan baru. Dari sini mulai kenal dengan yang namanya rohis. Di SMP dulu jadi pengurus rohis tapi belum begitu terasa karena kegiatannya yang mengatur juga dari guru. Istilahnya masih bau kencur. Kalau di SMA lumayan 50:50 kami mulai diberi tanggung jawab memanage suatu acara.

Agenda osmaru terlewati.. beberapa pekan kemudian ada pembukaan mentoring. Boleh dikatakan inilah interaksi pertama Litha dengan DS. Mulailah mbak-mbak itu bercuap-cuap tentang rohis, mulai dari manfaatnya, aktivitasnya dll. Kesan pertama.. mereka adalah orang yang ngayomi dan care dengan adek-adek kelas. Litha pun mulai merasa at home di rohis yang namanya KHARISMA (Kerohanian Islam SMADA). Lanjut membaca

BE YOURSELF MY FRIENDS!!!

KEEP HAMASAH!!!

Westerners want to own bronzed bodies like ours and so purchase tanning lotions. Asians want to be fair-complexioned like Westerners and so buy some bleaching stuff. When are we ever going to stop and simply be happy with how we look???

No matter how hard you work, there’ll still be some people who will be expert er than you, minimal they are your teacher. Because they are the richest people in this world. No matter who they are, may be your family, friend, poor man in your side, the orphans even the people who you don’t meet yet.

My lovely friends.. this is crucial. The most difficult thing in the world is to be who you are not. Pretending and trying to be someone else is the official pastime of the human race.

And.. the easiest thing in this world is TO BE YOURSELF. There must be a reason why ALLAH made you tall or short, brown skin or white skin, thin or fat. Overall the reason is to pray for HIM. So be happy

Love who you are!!!


Talitha in the inspiring time… ‘FRIDAY’

Tolong Jangan Panggil Saya Ukhti! Cukup Litha Saja…

Pertama.. Litha mohon maaf jika kebetulan ada sahabat yang baca dan tulisan ini tidak berkenan. Ini merupakan postingan lanjut dari postingan Litha yang berjudul .: DI BALIK LAYAR*KEMERIAHAN ITU*PART 2 :.. meski postingan tersebut belum kelar… ;)

“Tak kira ya Lith, sing melu MTQ kui jilbabnya pada lebar, pada pake rok, mas-masnya juga kalem-kalem, model ikhwan-akhwat sini, neng kok…..”

Ini memang sudah Litha sadari atmosfer MTQ, tidak hanya MTQ Ja-teng ini. Ada juga yang berujar, meski makhraj, suara indah namun jika tidak dibarengi akhlak yang baik ya sama saja. Akhlaqlah yang terpenting.

Hhmmm… entahlah… Litha hanya bisa berpendapat:

Selama pemakaian kosakata ikhwan, akhwat, ana, antum, akhi, ukhti, afwan masih wajar dan tidak Lanjut membaca

.: DI BALIK LAYAR*KEMERIAHAN ITU*PART 2 :.

 
 
Hari ke-2; 05.05.10

Bersegera balik ke kos, setelah hubungi mba Vista buat bukain pintu gerbang. Bersih-bersih then.. ke asrama, dah di-MC berkali-kali ma dek TM (Tri  Mulyani; tidak ada sangkut paut dengan Century or World Bank). Yup, then ngingetin peserta buat ngambil konsumsi di bawah. G’ masalah kita gedorin per pintu kebetulan peserta akhwat hanya 2 lantai. Selain  itu Pak Slamet Teknik juga dah koar-koar pake ‘toak’. Pi bagian ikhwan berapa lantai sendiri yak? Sepertinya 5-andengan @lantai min 12 kamar, nah ntu digedorin semua ma dek Insan *hmm… saluut* Bahkan di hari pertama konsumsi dianter per kamar… Allahu Akbar!!!

Sempat kaget, meski bangunan ikh-akhw dipisah masih banyak juga peserta ikh di daerah akh dan sebaliknya. Then bantu konsumsi.. yup!! Makan pagi kurang, banyak yang belum dapet. Da official yang marah juga T_T Setelah menunggu lumayan lama, doppingan konsumsi berikutnya dateng. Alhamdulillah… Proses angkut2 peserta, Litha gak lihat cz balik MIPA dulu ngasi surat ijin ke beberapa dosen. Moga gak ada peserta yang ketinggalan bus lagi. Meski gak layak disebut surat ijin, kopian gak jelas, cap bukan asli minimal bisa jadi bukti sementara.

Balik ke asrama akomodasi kelar suasana sepi. Tinggal panitia yang lagi pada sarapan. Nimbrung!! >_< Lanjut membaca