Tag Archive | ResensI

책 99 Cahaya di Langit Eropa; Memandang Islam dari Sisi Lain

In every new experience there are precious moments which can result the love and make us close to Allah Almighty. This story of journey around Europe of Hanum Salsabiela Rais and her husband, Rangga Almahendra while getting his doctoral program scholarship in Wina, Austria.


This novel also gives nice information how to survive as a Muslim minority. Another interesting thing from 99 Cahaya di Langit Eropa is that it makes us more proud to be muslim. The journey of Hanum & Ranga means not only having fun visiting remarkable places around Europe like France or Germany. More interesting than Mozart Concert, Eiffel, Colosseum Roma or Berlin Wall. But we’ll close to history of Islam from artifacts in Europe.

Laa illaa ha Illallah was written in Maryam’s veil painting. The beautiful of Mezquita masjid.. or katedral. Cordoba, the true city of lights. Learn Islam from Al-Hambra palace at Granada and many others.

Find out more about Islam rahmatan lil ‘alamin in this book. Finally, for sure you’ll be grateful born to be muslim!

Note:

Thanks a lot to Mba Hanum and Mas Rangga. Litha always remember your advice: Lanjut membaca

PENGANTIN-PENGANTIN AL-QUDS DI KORAN SOLOPOS

Bersama teman-teman FLP Solo, Litha berkunjung ke kantor Redaksi Solopos. Belajar tentang tulisan-tulisan yang sesuai dengan karakter surat kabar ini bareng Mba Niken, Pak Sholahuddin Muzayin dan Mas Ichwan Prasetyo yang kesemuanya super ramah plus book addict. Sekalian berkeliling dari satu ruangan ke ruangan lain sampai ke ruang cetak koran dengan mesinnya yang super gedhe. Beberapa dari anggota FLP yang pernah ‘noelis’ meninggalkan rekam jejak di sana. Terimakasih Litha haturkan buat Pak Sholahuddin Muzayin Litbang Solopos yang sudah mau meresensi (insya Allah) buku kami.

Kumpulan Cerpen Merindu Palestina

Husam duduk bersimpuh di depan pusara Riqqah. Sudut matanya perih. Ternyata takdir hanya mempertemukan mereka sekali saja.

Senyum cantik dalam wajah yang tertunduk, terekam kembali dengan manis dalam blitz memori pemuda itu. Tak dapat dibendung, tangisnya pun mengalir.“Aku pasti akan menyusulmu, Riqqah” rintih Husam

Untuk kekasihku Husam, Maafkan harus melewatkan hari bahagia kita. Syaikh Yahya Afaneh adalah minyak bagi obor semangat salah satu brigade pejuang negeri kita. Beliau dalam keadaan gawat. Dan satu-satunya orang yang diharapkan dapat menolong adalah aku. Dengan surat ini kumohon izin dan ridamu, suamiku. Dan bila nanti aku tidak bisa pulang, semoga Allah mempertemukan kita di surga-Nya. Semoga Allah merahmati.. Riqqah Husam membuka lembaran itu perlahan… “Dan ini surat terakhir Riqqah untuk Akhi Lanjut membaca

Totto-Chan, Sekolah Kehidupan yang Tak Lekang Zaman

Buku yang Litha idam-idamkan bisa mengisi rak buku sejak SMP. Alhamdulillah Maret kemarin sudah jadi penduduk sah rak kayu coklat manis milik Litha heuheuheu :lol:

Judul Buku :Totto-chan, Gadis Cilik di Jendela

Penulis : Tetsuko Kuroyanagi

Alih Bahasa : Widya Kirana

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Tebal : 271 halaman

Harga : Rp. 50.000,- (TB Gramedia); Rp. 41.000,- (Shopping Centre Jogja)/ Maret 2010

Buku ini adalah kisah nyata dari Tetsuko Kuroyanagi, seorang presenter TV paling populer di Jepang yang membawakan Tetsuko’s Room. Dibuat sebagai pengganti janji yang pernah diucapkannya kepada Kepala Sekolah Tomoe untuk menjadi guru di sekolah tersebut. Namun janji itu tidak pernah terlaksana karena Tomoe hancur oleh serangan bom di Tokyo tahun 1945 ketika Perang Dunia II terjadi. Karena buku inilah Tetsuko ditunjuk UNICEF sebagai duta bagi anak-anak terlantar di seluruh dunia.

Buku ini bercerita tentang Totto-chan, gadis cilik yang rasa ingin tahunya sangat tinggi. Ia suka sekali berdiri di depan jendela kelas dan sesekali memanggil pengamen untuk memainkan musik. Selain itu ia sering berbicara dengan burung walet yang bertengger di pohon samping kelasnya. Alhasil, Totto-chan dikeluarkan dari sekolahnya saat ia masih berusia 7 tahun. Kemudian, oleh ibunya ia dimasukkan ke sekolah Tomoe Gakuen yang didirikan kepala sekolah Sosaku Kobayashi pada tahun 1937.

Ruang kelas Tomoe berupa gerbong kereta api, sehingga para murid serasa bukan sekolah tapi menikmati perjalanan wisata. Kurikulumnya pun unik. Setiap siswa bebas memilih pelajaran yang ingin dipelajarinya lebih dulu pada hari itu. Ada yang memilih membuat puisi, menggambar atau melakukan eksperimen fisika. Kobayashi mengajarkan untuk tidak melihat perbedaan. Murid yang bodoh, miskin atau bahkan cacat adalah bagian dari komunitas, sebuah keluarga Tomoe Gakuen. Semua murid merasa Lanjut membaca

Bangga Menjadi Pemuda Indonesia Part.2

Penjelajahan ini dimulai di Kota Jakarta yang saat itu oleh orang barat dikenal dengan Batavia. Kota tersebut masih memiliki suasana pedesaan yang mencolok. Burung layang-layang keluar masuk gedung-gedung bank yang berdiri tegak di atas juru tulis dengan kepala tertunduk. Membayangkan saat itu, pasti Jakarta masih bebas polusi. Tidak seperti saat ini, populasi teramat padat, penurunan tanah terus terjadi, polusi dimana-mana. Memunculkan isu ibu kota negara akan dipindah. Semoga tidak di Solo atau di Jogja.. aminn :)

Kota Surabaya dapat dijelaskan dengan statistik. Ketika lowongan posisi juru ketik dibuka oleh US Information Service, tak satu pun pelamar yang datang selama berminggu-minggu. Namun, untuk seorang seniman pembuat poster, 50 pelamar langsung datang, mayoritas seniman berkualitas! Saya terkejut, Surabaya sebagai kota industri dan metropolis ternyata memiliki rekam jejak seniman papan atas.

Kapal Pinisi Suku Bugis

Di Celebes (Sulawesi) banyak kapal-kapal tertambat berdampingan. Mengingatkan pelaut ulung pulau ini. Sebelum Belanda dan Portugis masuk perairan ini, perahu-perahu besar Makasar telah berlayar sepanjang pesisir Cathay hingga Formosa, ke arah barat Madagaskar. Bernavigasi lewat bintang dengan akurasi yang mengagumkan. Salut! Aset yang berharga! Entah mengapa jika mendengar kata Makasar yang terlintas di benak saya adalah tawuran mahasiswa. Terlalu sering saya melihat berita tersebut di TV, merusak berbagai infrastruktur yag ada, sayang….

Borneo (Kalimantan) dengan Lanjut membaca

Bangga Menjadi Pemuda Indonesia Part.1

Malam ini menyelesaikan membaca The National Geographic Magazine Indonesia. Meski cetakan Agustus 2008 majalah ini mengajak syaraf mataku menelisik lebih dalam. Dibandrol cukup mahal dengan harga Rp 50.000. Uang segitu biasanya lebih sering saya gunakan untuk membeli buku motivasi, novel, ataupun buku hasil ngubek-ubek di Islamic Book Fair atau Gramedia. Ya.. National Geographic. Terlintas dalam benak saya berisi tentang cerita kehidupan satwa ataupun hal yang berbau-bau Biologi yang sering ditayangkan di LCD lobi jurusan kampus. Tentu saja dalam bahasa Inggris (-_-) > Selain itu biasa menyoroti masalah budaya suatu bangsa, perubahan iklim dsb.

Dalam cover majalah ini menampilkan sosok Sukarno. Hmm… apa korelasi antara National Geographic dan Sukarno? Menyoroti soal sejarahkah? Mengingat IPS Sejarah adalah salah satu mata pelajaran favorit saya saat SMP. Namun, membaca buku setebal Api Sejarah-nya A. M Suryanegara saja kepala ini sudah liyeur euii! Dan benar saja, edisi Agustus masih berhubungan dengan kemerdekaan RI. Kubuka sekilas, hampir di setiap halamannya kita disuguhi foto hasil jepretan fotografer profesional. Foto-foto ini seakan bisa berbicara dan menggabungkan beberapa serpihan kecil dari suatu cerita besar.

Sebagai contoh foto karya Joel Sartore, beruang kutub di atas tumpukan bangkai paus dengan lanskap halus Alaska. Foto ini bisa mengisahkan tentang Lanjut membaca

Imazonation-Phantasy Poetica, Sebuah Buku Subyektivitas Penjelajahan Intelektualitas

Alhamdulillahirobbil’alamin.. salah satu kado terindah bagi Litha di Bulan Ramadhan ini adalah lahirnya buku Imazonation-Phantasy Poetica. Sebuah buku antologi cerpen dan puisi hasil ‘keroyokan’ komunitas penulismuda Indonesia. Litha sangat bersyukur bisa menjadi salah satu bagian dalam buku ini.

Untuk pemesanan dengan potongan harga spesial silahkan hubungi
Email: talitha_huriyah@yahoo.co.id
Atau bisa juga lewat blog ini

Terimakasih Litha ucapkan kepada Saudara Sardi yang berkenan meresensi buku ini di HARIAN SEMARANG. Berikut resensinya: Lanjut membaca

Lomba Review Buku ‘Start Young’, Hanya di Kitareview.com!

DATA BUKU

  • Judul Buku : Start Young
  • Genre   : Motivasi
  • Penulis: Dedy Dahlan
  • Penerbit: Grasindo
  • Cetakan Pertama: Juli 2009
  • Bahasa : Indonesia
  • Tebal Buku: 140 Halaman
  • Dimensi Buku (P x L): 15 x 23 cm
  • Website Resmi Penerbit: http://www.grasindo.co.id
  • Website Resmi Penulis   : http://www.dedydahlan.com
  • No. ISBN : 978-979-02-5765-8
  • Harga: Gramedia Rp. 27.000 Lanjut membaca

LAYAR TERKEMBANG

Published  : 1990 by Balai Pustaka

Details         :  softcover

Author        :  Sutan Takdir Alisjahbana

LAYAR TERKEMBANG!!! One of the best Indonesian literary work ever written by maestro St. Takdir Alisjahbana. I personally love the stories with old Indonesian’s setting and this book just got me. It’s make me fall at the new miracle world deeply. St. Takdir Alisjahbana is a smart one who has big mind far forwards through the age  himself.

First published at 1936, from the synopsis i guess layar terkembang contains high nationalism and smoothly covered with sense of romance. Actually, i still reading now, so hope this story will happy ending. I think I’ll be fall in love with this book.

Very recommends it for anyone especially those who loves classic literature…definitely!!

KATA MUTIARA DARI BUKU ROBIN S. SHARMA

Penulis : Robin Sharma

Penerbit : Bhuana Ilmu Populer (BIP)
Edisi : Soft Cover
ISBN : 9796949067
Bahasa : Indonesia

Halaman : 210
Ukuran : 150x230mm

Buku ini merupakan salah satu buku favorit saya. Buku motivasi kehidupan yang sarat akan makna. Meski awalnya agak kurang mudah menangkap makna. Namun seiring membaca buku ini lama kelamaan akan memahami bahwa terlalu sayang hidup yang penuh anugerah dari Allah Yang Maha  Kuasa jika dilalui dengan hal yang sia-sia. Layak untuk dibaca!!!! Lanjut membaca