Tag Archive | mentoring

이슬람 교도 Study Ukhuwah to Tutorial PAI UNY

One beautiful at sunny weekend morning..

Saturday, 31st March 2012. Alhamdulillah, the big project from campus, Study Ukhuwah Biro AAI UNS held well. We went to Tutorial PAI UNY, Jogja. More than 50 people join this event. We arrived at UNY in Masjid Mujahidin at 10.00 A.M. Hmm.. come to Jogja again. It was remind me with many friends of Da’wah Sekolah ‘DS’ Kota Jogja. Miss you all guys! ^_^

akhwat participant UNS-UNY

After dzuhur prayer there was focus group discussion. Shared together about each management pattern, curriculum of tutorial also fund rising system. There was unique something from Tutorial PAI UNY. The tutor was getting salary from their teaching, 1000 IDR for one hour. Meaning there are donation to support assistant of AAI’s event (come on Biro AAI, you too! :D ) This program of learning and fun can absolutely open the participant’s mind about Islamic development and management.

unfortunately it’s unsymmetrical ^_^

The last session was rihlah, we went to Parangtritis Beach. We played with the wave and enjoyed along seashore. Closed my eyes at the moment and recite subhanallah! Litha watched and marveled how Allah swt created all this living things so perfectly. Ah, I wrote the Biro’s logo on the sand ^_^ Lanjut membaca

이슬람 교도 The New Ukhuwah from Badan Pengelola Mentoring Agama Islam Insani UNDIP

The weekend is a perfect time to have our friends get involved in physical activities to made event on campus and still ‘score’ the blessings. November 26th, 2011 we are from Biro AAI UNS so excited to meet many brothers and sisters of Badan Pengelola Mentoring Agama Islam Insani UNDIP (BPMAIU) Semarang. An organization of Islamic Tutorial in Diponegoro University. In fact, this event attended 40 people from UNDIP and POLINES.

Biro AAI UNS

One day before, DLK already gave a visit to Mawa Hall because the AlBar of NH used to Tahsin Class. It wasn’t conducive for many new student colleges of Education Faculty participated on Sholat Training. Alhamdulillah we got permission to use the Mushola of Agriculture Faculty, the location of the ‘studi banding’. They arrived at UNS in Masjid Nurul Huda Islamic Center at 11.30 a.m. Some of us received BPMAIU delegation in NH and the other made the preparations. Slide, table, snacks, LCD were all already arranged. After dzuhur prayer, we went to Agriculture Faculty with them to get lunch. Aha, before it, they took some pictures in the beautiful part of Masjid Nurul Huda Islamic Centre, wuah it was marvelous!!! I was so proud of it, haha :D

INSANI UNDIP

Shared together about each condition, how to applied personal approach, curriculum of tutorial, human resource development and many others. As for me I really enjoyed this event because I could get some view of ‘studi banding’ held, before we are going to have real ‘studi banding’ in Tutorial PAI UNY and PKP AAI UGM, Insya Allah.

Masjid Nurul Huda UNS, November 2011

I like to dedicate this entry for my sisters and brothers on Biro AAI UNS. All of you are responsible in making this event a success. Litha so admire about your courage, patient and dedication. Syukron katsir.

The Sisters of BPMAI Insani UNDIP

Special for ‘Departemen Litbang dan Kehumasan; DLK’s Family: Akh Rachmad Adi Riyanto, thanks for being striping MC, Akh Syafi’ul Umam ‘mister wora-wiri & full riweuh’, Ukh Wahyu Setyowati ‘absent sheet etc’, Ukh Kurnia Sari ‘wora-wiri to got lunch on time!’ Syukron jazakumullah khairan katsir. You all did a great job! Alhamdulillah Ya Allah! It was a great day!

-Litha, Happy Islamic New Year-

1 Muharam 1433H. Bumi Allah, Solo bening

이슬람교도 Tetaplah Di Jalan Ini…!

Teruntuk seluruh saudaraku, terkhusus buat Litha sendiri…..

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong [agama] Allah,
Niscaya dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu [QS. Muhammad:7]

Tribute to DLK’s Family of BIRO AAI UNS 2011

Akh Syafi’ul Umam, Akh Anjar Miska Prayoga, Akh Husein Nur Ariefin, Akh Rachmad Adi Riyanto
Ukht Kurnia Sari, Ukht Wahyu Setyowati, Ukht Ukhwatul Hasanah, Ukht Dian Kusumawati

Always… keep our VIRDAUS (VIsioner_DinAmis_religiUS) spirit

Entahlah, terkadang perjalanan yang jauh dan tidak pernah berakhir ini sering membuat kita lelah, capai, dan benar-benar letih. Hatta, keletihan itu sendiri terkadang tidak bisa digambarkan dengan visualisasi tertentu. Fase-fase inilah yang teramat sangat kita takutkan, kita khawatir suatu saat nanti kita tidak dapat lagi merasakan indahnya ber-Islam, indahnya berukhuwah, dan indahnya beribadah kepada Allah SWT. Kita juga mengkhawatirkan terjadinya disorientasi dalam dakwah yang sedang kita rancang.

Apapun ceritanya, ana, antum wa antuna, marilah kita berazzam agar kita tetap dan akan selalu senantiasa berada dalam rumah besar DAKWAH & TARBIYAH ini… Allahumma amiin

Tetaplah di sini saudaraku……

Di jalan keimanan ini… di jalan keislaman ini…. Tetaplah bersama-sama meniti jalan ini…. sampai usai. Kita semua mungkin sudah letih…. karena perjalanan ini amat panjang dan berliku. Tapi, bersiaplah di sini….. Jangan sekali-kali kita menjauh! Yakinlah kenikmatan pengorbanan yang kita teguk di jalan ini, jauh lebih banyak … ketimbang yang dilakukan orang-orang kebanyakan. Keindahan di sini, jauh lebih indah dari pada keindahan yang dibanggakan oleh orang-orang lalai itu.

Kita memperoleh puncak obsesi dan keinginan di saat kita mendapatkan ujian. Keinginan kita adalah apa yang dapat kita berikan untuk ISLAM dan kaum muslimin. Kegembiraan kita adalah bagaimana melihat hasil perjuangan da’wah kepada ummat. Obsesi kita adalah bagaimana bisa berbuat lebih banyak untuk ummat.

Terangilah hati dan jiwa kita untuk tetap bersama. Karena dengan itu eksistensi ukhuwah akan lebih terasa dan lebih indah. Hapuslah dzhon-dzhon yang ada dalam diri kita semua. Jangan cepat menyerah, putus asa, frustasi, apalagi cepat marah. Karena itu semua tak pernah membawa kita untuk mencapai kedudukan yg lebih mulia. Bukankah semua posisi yang lebih mulia selalu dicapai lewat pengorbanan yang luar biasa ????

Tetaplah disini saudaraku….

Tetaplah di jalan ini …. jalan keislaman…. jalan keimanan….. Tetaplah di jalan ini…. Walau hati ini perih…. walau jasad ini sakit…. Tetaplah di jalan ini…. Walau remuk tulang-tulang kita…. walau runtuh sendi-sendi kita…. walau habis cucuran keringat darah dan air mata kita…. Tetaplah di jalan da’wah ini…. Walau berkorban perasaan….. walau pahit menerima kenyataan….

Jalan yang kita tempuhi memang tak ringan. Banyak yang kita temui di jalan ini yang meninggikan asa dan harap kita. Namun, terkadang menghempaskan batin dan jiwa kita. Akan banyak yang kita temukan…. idealisme dan realitas bertempur, berperang, jauh masuk ke relung hati kita…. Hingga akhirnya jiwa kita harus mengalah…. apabila realitas jauh dari angan……..

Tetaplah disini saudaraku…. Kita akan memulai perjalanan yang lebih mendaki dan terjal. Tapi disanalah kita berharap bisa merasakan kenikmatan yang kita idam-idamkan….. Maka ucapkanlah “Alhamdulillah” atas semua keadaan yang kita alami…. Meski kebersamaan ini sungguh menguras keringat dan meletihkan sendi-sendi….

Tiada tulisan yang tergores di kertas ini selain karena kemudahan dan limpahan nikmat dari Allah ta’ala. Syukron jazakumullah khoiron katsir

Ukhuwah fillah..
It’s not how often
We seen each other
But… It’s how often
We pray and think about each other

Litha_Kos An-Nisa2
Saat jarum jam membentuk siku

6 Dhul-Qadah 1432

이슬람 Grand Opening Asistensi Agama Islam UNS 2011

Alhamdulillah.. Finally, one of the big project held successfully. This event held first at the second weekend of September, three days, September 10th, 11th, 17th continuously. The essence of GO AAI is in getting the new college students of UNS to understand that Asistensi Agama Islam (AAI) has been legal and so fun activity.  Special for them, preparations have been made and so far. Syukron jazakumullah khair to all committees, may Allah give His blessing to all of you.

*special thanks to DLK’s family, keep our VIRDAUS (VIsioner_DinAmis_religiUS) SPIRIT! :D

TAUHID RUBUBIYAH

Apa sich artinya Tauhid Rububiyah….?

Kata Rububiyah berasal dari akar Rabb, yaitu zat yang menghidupkan, mematikan, menciptakan, memberi rezeki, mengelola , mengatur dan menguasai alam semesta. Maka, tauhid rububiyah menunjukkan sebuah keyakinan terhadap keesaan Allah, bahwa Allah adalah satu-satunya zat yang melakukan perbuatan (af’al) tersebut.

Mari kita tengok ayat-ayat Allah dalam Alqur’an yang menjelaskan af’al Allah berkaitan dengan rububiyah, yang meliputi fenomena penciptaan , pemberian rezeki, juga pengelolaan dan penguasaan alam semesta ini .

”Sesungguhnya Tuhan kalian adalah Allah, yang telah mnciptakan langit dan bumi dalam enam masa.” (Al-A’raf: 54)

Malam dan siang adalah fenomena dan realitas yang sengaja diciptakan oleh Allah, sebagaimana Allah menciptakan matahari dan bulan.

”Dan Dialah yang menciptakan malam dan siang serta matahari dan bulan.”(Al Anbiya: 33).

Allah jualah yang menciptakan manusia dan memberikan kemampuan berbicara.

”(Tuhan) yang maha pemurah , yang telah mengajarlkan Al Qur’an. Dia mencptakan manusia , mengajarnya pandai bicara.” (Ar Rahman : 1-4)

Allah swt. Mengerjakan a’fal-Nya dengan sangat teratur, rapi dan tanpa cela, termasuk dalam menciptakan segala sesuatu.

”Dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran dengan serapi-rapinya.” (Al-Furqan: 2)

Yang jelas, Allah adalah satu-satunya pemberi rezeki di alam.

”Sesungguhnya Allah, Dialah maha pemberi rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.” ( Adz-Dzariyat : 58)

Sebagai kreator tunggal alam semesta, Allah tidak membiarkan makhluknya begitu saja, tapi Allah memberikan rezeki kepada seluruh manusia.

”Allahlah yang menciptakan kalian, kemudian memberikan kalian rezeki, kemudian mematikan kalian, kemudian menghidupkan (kembali).(Ar-Rum :40)

Apalagi manusia, bahkan hewan melaata pun tidak ada yang terlewatkan dari perhatian Allah.

”Dan tidak ada sesuatu bianatang melata pun di Bumi, melainkan Allahlah yang memberi rezekinya.”(Hud : 6)

Subhanallah…..,apalagi yang mau kita ragukan?.Apalagi alasan yang mau kita paparkan? Kekuasaan allah untuk memberi rezeki kepada tiap makhluknya terbukti di depan mata. Coba lihat semut- semut yang ada di sekitar kita. Walau kita tidak memberinya makan, tapi Dia bisa bertahan hidup, bahkan beranak pinak menjadi sangat banyak, yang sering kita lihat berjalan berbaris di dinding-dinding rumah. Atau perhatikan tumbuhan yang tumbuh liar, tanpa ada yang merawat, mengapa mereka bisa bertahan hidup? Mengapa mereka tumbuh berkembang, bertunas, bahkan sampai berbuah? Siapa yang menghidupkan mereka, kalau bukan Allah?

Oke, bagi manusia yang dikaruniai akal sehat, apalagi mengaku beriman, maka tidak ada lagi dalil untuk menolak aksioma ini. Apalagi bagi mereka yang memiliki sikap tauhid yang matang, maka ia tidak akan terjerumus pada kesyirikan, seperti meyakini suatu benda punya kekuatan ghaib, meyakini dukun yang dapat memberi petunjuk rezeki, meyakini hari-hari tertentu sebagai hari bertuah, atau isyarat-isyarat tertentu( dari binatang, burung atau cuaca) sebagai pertanda akan terjadinya sesuatu. Sebagai muslim kita tidak boleh mempercayai hal-hal yang tidak ada korelasinya dengan konsep ilmu pengetahuan dan bisa dipahami secara ilmiah, kecuali berdasarkan teks dalil yang tedapat dalam Al-Qur’an atau hadits-hadits Rasulullah saw.

Sekarang sudah ada gambaran jelas, bukan? Bahwa tauhid rububiyah, yakni keyakinan manusia bahwa Allah itu esa dalam penciptaan, pemberian rezki dan penguasaan atas makhluk-makhluk-Nya. Fenomena kealaman secara keseluruhan menjelaskan tentang hakekat tauhid rububiyah. Lihat saja fenomena Lanjut membaca

말하다.. need to improve my speaking skills ( -_-)”

Fufufu ^^’ need for help about how to improve my own skill.. S-P-E-A-K-I-N-G. I think speaking on forum is harder than writing (red: not seriously writing). Although writing is activity of lonelier but Litha get advantage to organizing my ideas better. Such flying on the speed of light freely. Sharing all about my problems on the words, just like loosing my big thoughts.

set-set-set-set ; jargon tahun ini

..uhm.. remember when Litha was presented my scientific paper, I felt so excited because to present on the biggest room and many people watch my present. All of them also could understanding by people who listening my present. Even the judge said that my voice isn’t loud, “Sis, did you need some enzymes for make your voice louder?” Ya Rabb.. what ashamed T_T

But speaking… hohoho, need to think out loud soon. So it depends on all materials which can trap on our brain. Even.. trying to make sure that everyone can hear and know what I’m talking about. My voice is ‘cempreng‘.. never mind lah… ;)

Get advice from my chairman, don’t be inferior person. Okey Litha, let talking be writing with someone you like!

—set-set-set-set-set— many biggest project waiting! Hamasah (^_^)9

Regards,

memory of AlBar this morning :(

(mba Okta Binti Masfiatur Rohmah, mba Zain Umul Faurihah, mba Din Nuraini Hanifah,

mba Hamidah Prasetyaningrum, mba Diska Mega V D)

감사 Thank You Allah for this Amazing Muslim Brothers and Sister

Dari barisan usrah dan dari umbi tarbiah. Muncullah sinaran fikrah. Islah terus meniti masa (Jalan Dakwah _ Alarm Me).

Masjid Nurul Huda UNS

Alhamdulillah, grateful to Allah ta’ala for the truly amazing special muslim brothers and sisters in UNS Solo. All praises to You. Thank You Allah for this Iman, for this Islam and for this miracle of life. Litha have been blessed to meet and know many brothers and sisters across the way named Ukhuwah Islamiah. I still remember when I saw my friends cried cause her relative passed away. Ya.. I can imagine how her feeling when the important person gone forever, ya Rabb..

But sometime.. Litha saw my brothers or sisters smiled lightly when the event in organization got success or get best score in college and many others. Thankfulness for thankfulness is more complete than simple thankfulness. I still remember how funny you are when smiled, how kind you are.. brothers.. sisters….

Dear Allah.. You show me and teach me how to be tough for every condition, happiness or sadness. Together with them… We know that life has a secret destiny. We just have a short time to see each other in this world.. But.. all of you is the best one in my life. Although.. we are not blood brother and sister, but we have the same thing.. Islam. Although Litha never say love you brothers.. sisters, but I love you all more than you know (cried.. T_T ) .. and you still in my heart.

Because of you.. very count and be great teacher of my life certainly. Only cried and regret until now, for.. Litha not useful yet to all of you. I’m really sorry for my mistakes. Just wanna be a good muslim sister that useful on your life, forever… (tears :( ) Hope we’ll meet in the best place.. jannah. Allahumma ameen Lanjut membaca

이슬람교도 10 KARAKTER MUSLIM (MUWASHAFAT)

Bismillahirrahmanirrahim….

“Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Rabb mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka.” (Q.S Al-Kahfi [18]: 13)

Sebagai pengingat dari kita yang sudah sering mendengarnya atau bahkan hingga luar kepala (semoga tidak lupa). Sebagai seorang muslim/ah wa bil khusus pemuda hendaknya senantiasa berupaya membentuk kepribadian yang dimiliki agar sesuai dengan karakter ideal. Mengapa pemuda? Ditilik dari sejarah, merekalah komunitas pertama yang menyambut seruan dakwah Islam dengan baik dan tangan terbuka.

Rasulullah bersabda, ” Saya wasiatkan para pemuda kepadamu dengan baik, sebab mereka berhati halus. Ketika Allah mengutus diriku untuk menyampaikan agama yang bijaksana ini, maka kaum mudalah yang pertama-tama menyambutku, sedang kaum tua menentangnya.”

Karakter yang dimiliki hendaknya mengarah pada pencapaian pribadi muslim yang integral. Hasan Al-Bana dalam Risalah Taklim merumuskan profil muslim menjadi 10:

1. Salimul Aqidah (Aqidah yang lurus/ Good Faith)

Aqidah yang lurus/bersih ini harus ada di dalam diri seorang Muslim. Dengan aqidah yang lurus, maka seseorang akan memiliki ikatan yang kuat dengan Tuhannya. Ikatan ini akan membuat seorang muslim ikhlas dalam mematuhi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ikatan ini pula yang menjaga kita tetap bersemangat dalam berlomba-lomba untuk mencapai keridhan-Nya. Indikator karakter ini : memahami ilmu tauhid, selalu mengingat Allah dan selalu merasa diawasi (muraqabah)  oleh-Nya,selalu meluruskan niat, menjaga diri dari kemusyrikan, memahami rukun Iman dan rukun Islam, dsb.

”Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku, hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam.” (QS. Al-An’am [6]: 162)

2. Shahihul Ibadah (Ibadah yang benar/ Right Devotion)

Ibadah yang benar ini artinya setiap ibadah yang kita lakukan sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah. Indikatornya : melaksanakan shalat 5 waktu, melaksanakan shaum wajib dan shaum sunnah, mempelajari Al-Quran dan mengamalkannya, melaksanakan shalat sunnah (dhuha, tahajud,dsb).

”Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, kecuali agar mereka beribadah kepadaku..” (Q.S Adz – Dzariyat [51] : 56)

3. Matinul Khuluq (Akhlak yang kokoh/ Strong Character) Lanjut membaca