Sudah lama gak posting tentang masak. Hmm.. barusan dapat ‘peringatan’ halus tentang salah satu urusan ini. Kan di kos alat terbatas #alesan
Ceritanya pengen bikin sate, resepnya nelpon mba Tias dulu di rumah.
Litha: Assalamu’alaykum, mba Ti..as… kasi tahu cara bikin sate yang simple but delicious
Mba Tias: Wa’alaykumussalam.. haha, tobat de?
Litha: Jiann ~.~”
Setelah obrolan yang lumayan lama dan riweuuh akhirnya dapat resep ini, alhamdulillah simple. Akhirnya pagi-pagi buta ke Pasar Ledoksari, selatannya Stasiun Jebres bareng temen, hunting bahan.
_____________________________________________________________________________________
Bahan:
Daging sapi, direbus, masukin kulkas H-1 biar empuk
Lalapan: Ketimun, tomat, selada, kubis Lanjut membaca






Ndak tahu juga ini ngidam atau sekedar mupeng ya (muka pengen). Yang jelas… saat ini saya pengeen banget makan jajanan pasar yang bahan dasarnya dari ketan. Sebenarnya ini sudah hobi saya sejak kecil. Kalo diajak ibu ke pasar mesti minta jajan pasar berbahan dasar ketan model cenil, lupis, lapis, klepon lan sapanunggalanipun. Entah sudah berapa tahun saya tidak ketemu dengan makanan-makanan langka tersebut….
) cenil terbuat dari ketan, strukturnya kenyal, biasanya diberi warna pink dan ijo ditaburi parutan kelapa sama gula pasir. Jadi inget mbak-mbak langganan saya beli cenil… 
Entah kenapa.. tidak ada hujan tidak ada petir, jatuh-jatuh (red: tiba-tiba) pengen posting tentang Thiwul. Tahukah Anda thiwul itu apa??? Nama kota, nama tempat wisata, atau malah nama orang??!! Salah semua yang bener Thiwul itu nama makanan… (CHECK TITLE THIS POSTING ABOVE).
). Kenapa sampai puas?? Ya cause it’s handmade by My Mom. Aah.. My Mom is a good cook at my happy family. Miss u Mom… Lagi-lagi.. ngomongin resep tak bisa jauh-jauh dari Ibu saya. Beliau ahli kalo buat thiwul, hasilnya pun enak.. manis.. nyamzz..nyamzz.. Sesuai dengan slogan tempat tinggal saya “JOGJA BERHATI NYAM-NYAM” (Ngapunten Sri Sultan
)
Rasanya kurang afdhol jika nastar dan kastangel saja tanpa putri salju. Karena mereka adalah tiga serangkai yang tidak bisa dipisahkan (halaah
). Kue yang bertaburkan gula halus ini kadang bikin kebanyakan orang ketagihan. Ada juga yang menggunakan ‘ice sugar’ sebagai pengganti gula halus. Jadi ketika dimakan, di mulut terasa dingin dan ‘ceess’ nah!! Itu maksudnya ‘ice sugar’. Meski banyak tersedia di saat lebaran tapi tetap diatur pola makannya. Jangan sampai berdalih karena jarang ‘nemu’ putri salju di hari biasa jadi makannya tidak terkontrol. Ini sudah terbukti, mas saya sangat suka kue kering terutama putri salju. Saat lebaran sasaran pertama pasti putri salju, kebanyakan makan akhirnya diare. Bisa jadi hal ini dikarenakan bahannya yang menggunakan mentega dalam porsi banyak. Segi positifnya mentega yang banyak menjadikan kue ini terasa lembut. Bedanya dengan nastar dan kastangel, putri salju dibuat tanpa telor. Bentuk biasanya bulan sabit, saya dulu tidak tahu kalau ada cetakan kue bentuk bulan sabit yang sekali cetak bisa menghasilkan 6 potong. Padahal di rumah dulu adanya benar-benar 1 buah cetakan yang bentuknya bula sabit, jadi untuk menghasilkan 1 toples nyetaknya perlu berkali-kali
Jiaah… why my post is about recipe…?? It’s miracle cause in reallity i cann’t cook something
. Okey, it doesn’t matter.. maybe it can be my big investation in one of secret recipe to make my family happy. So.. it makes me wanna Aidil Fitri soon
Keuntungan kedua, tentu bisa latihan masak…
Kue nastar adalah salah satu contoh menu kue kering wajib yang tersedia di meja. Kue manis dengan selai nanas ini jadi andalan saya jika ‘keajaiban” itu datang (red: pengen belajar masak). Insya Allah resep ini dijamin berhasil dengan resiko kesalahan 5%.. ya mungkin kurang manis.. atau kurang lembut. Saya yang notabene tidak bisa masak, mencoba membuat kue nastar dan Alhamdulillah orang di rumah menyukainya, mungkin mereka tidak tega kalau berkata, “Kue buatanmu layak makan kok dek….” Uups.. jangan terlalu khusnudzon ah (haha