Tag Archive | kartun ikhwan akhwat

잠시 쉬다 Take a Rest

This day was such an off day. Everything went wrong.

I know I can see the difficulties even sadness

I need solace, need to have a rest. Not for long time, just for a moment.

To a beautiful end of the expected preparing

<< Kesabaran itu ada batasnya…. Dan kau tahu pasti apa itu batasnya >>

<< Ketika tertapak kaki kita di surga-Nya >>

이슬람교도 Tetaplah Di Jalan Ini…!

Teruntuk seluruh saudaraku, terkhusus buat Litha sendiri…..

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong [agama] Allah,
Niscaya dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu [QS. Muhammad:7]

Tribute to DLK’s Family of BIRO AAI UNS 2011

Akh Syafi’ul Umam, Akh Anjar Miska Prayoga, Akh Husein Nur Ariefin, Akh Rachmad Adi Riyanto
Ukht Kurnia Sari, Ukht Wahyu Setyowati, Ukht Ukhwatul Hasanah, Ukht Dian Kusumawati

Always… keep our VIRDAUS (VIsioner_DinAmis_religiUS) spirit

Entahlah, terkadang perjalanan yang jauh dan tidak pernah berakhir ini sering membuat kita lelah, capai, dan benar-benar letih. Hatta, keletihan itu sendiri terkadang tidak bisa digambarkan dengan visualisasi tertentu. Fase-fase inilah yang teramat sangat kita takutkan, kita khawatir suatu saat nanti kita tidak dapat lagi merasakan indahnya ber-Islam, indahnya berukhuwah, dan indahnya beribadah kepada Allah SWT. Kita juga mengkhawatirkan terjadinya disorientasi dalam dakwah yang sedang kita rancang.

Apapun ceritanya, ana, antum wa antuna, marilah kita berazzam agar kita tetap dan akan selalu senantiasa berada dalam rumah besar DAKWAH & TARBIYAH ini… Allahumma amiin

Tetaplah di sini saudaraku……

Di jalan keimanan ini… di jalan keislaman ini…. Tetaplah bersama-sama meniti jalan ini…. sampai usai. Kita semua mungkin sudah letih…. karena perjalanan ini amat panjang dan berliku. Tapi, bersiaplah di sini….. Jangan sekali-kali kita menjauh! Yakinlah kenikmatan pengorbanan yang kita teguk di jalan ini, jauh lebih banyak … ketimbang yang dilakukan orang-orang kebanyakan. Keindahan di sini, jauh lebih indah dari pada keindahan yang dibanggakan oleh orang-orang lalai itu.

Kita memperoleh puncak obsesi dan keinginan di saat kita mendapatkan ujian. Keinginan kita adalah apa yang dapat kita berikan untuk ISLAM dan kaum muslimin. Kegembiraan kita adalah bagaimana melihat hasil perjuangan da’wah kepada ummat. Obsesi kita adalah bagaimana bisa berbuat lebih banyak untuk ummat.

Terangilah hati dan jiwa kita untuk tetap bersama. Karena dengan itu eksistensi ukhuwah akan lebih terasa dan lebih indah. Hapuslah dzhon-dzhon yang ada dalam diri kita semua. Jangan cepat menyerah, putus asa, frustasi, apalagi cepat marah. Karena itu semua tak pernah membawa kita untuk mencapai kedudukan yg lebih mulia. Bukankah semua posisi yang lebih mulia selalu dicapai lewat pengorbanan yang luar biasa ????

Tetaplah disini saudaraku….

Tetaplah di jalan ini …. jalan keislaman…. jalan keimanan….. Tetaplah di jalan ini…. Walau hati ini perih…. walau jasad ini sakit…. Tetaplah di jalan ini…. Walau remuk tulang-tulang kita…. walau runtuh sendi-sendi kita…. walau habis cucuran keringat darah dan air mata kita…. Tetaplah di jalan da’wah ini…. Walau berkorban perasaan….. walau pahit menerima kenyataan….

Jalan yang kita tempuhi memang tak ringan. Banyak yang kita temui di jalan ini yang meninggikan asa dan harap kita. Namun, terkadang menghempaskan batin dan jiwa kita. Akan banyak yang kita temukan…. idealisme dan realitas bertempur, berperang, jauh masuk ke relung hati kita…. Hingga akhirnya jiwa kita harus mengalah…. apabila realitas jauh dari angan……..

Tetaplah disini saudaraku…. Kita akan memulai perjalanan yang lebih mendaki dan terjal. Tapi disanalah kita berharap bisa merasakan kenikmatan yang kita idam-idamkan….. Maka ucapkanlah “Alhamdulillah” atas semua keadaan yang kita alami…. Meski kebersamaan ini sungguh menguras keringat dan meletihkan sendi-sendi….

Tiada tulisan yang tergores di kertas ini selain karena kemudahan dan limpahan nikmat dari Allah ta’ala. Syukron jazakumullah khoiron katsir

Ukhuwah fillah..
It’s not how often
We seen each other
But… It’s how often
We pray and think about each other

Litha_Kos An-Nisa2
Saat jarum jam membentuk siku

6 Dhul-Qadah 1432

Manajemen Waktu Buat Si Nawaitu

Jadwal Harian

1. Selesai Subuh sampai terbitnya matahari :
Menghafal lima ayat Al-Qur’an, satu hadist dan kesimpulan ringkas dari sebuah matn

2. Dari terbitnya matahari hingga waktu dzuhur : belajar formal, pergi ke kantor, bekerja, atau berdagang, dan sempatkan diri untuk sholat Dhuha

3. Selesai Dzuhur : membaca sejarah, sastra, berita, online, makan, dan tidur siang.

4. Selesai Ashar :Membaca buku-buku kitab, Tafsir, Fiqh, Risalah-risalah, Shiroh Nabi dan sahabat, dan sebagainya

5. Selesai Magrib : mengulang hafalan Qur’an, hadist, dan matn

6. Selesai Isya : mengulang pelajaran dari sekolah, mengerjakan tugas kuliah ataupun kantor, Menulis

7. Makan malam

8. Jangan lupa sebelum tidur, sempatkan diri untuk Sholat Witir tiga raka’at

9. Instropeksi Diri dalam sehari, hal-hal apa yang telah dilakukan, melakukan kesalahan apa saja, ibadah apa yang terlailaikan dan sebagainya. (Kalau bisa di catat)

10. Istighfar 3x, berniat untuk tidak melakukan kesalahan yang sama

11. Hamdalah 3x, bersyukur akan Ni’mat hari yang telah di berikan

12. Targetkan aktivitas besoknya, tancapkan dalam hati dan katakan Allahu Akbar

13. Niatkan bangun di sepertiga malam terakhir dan tidur

Jadwal Pekanan

1. Sempatkan puasa Sunnah minimal sepekan sekali, missal hari Senin atau Kamis Lanjut membaca

Tiada Lelah untuk Lillah

Inilah Dakwah… Dan kau lemah???
Jangan, Bangkitlah!!!
Belum seluruh harta kau infakkan seperti Abu Bakar.
Belum seberani Ali bin Abi Tholib yang menggantikan jasad Rasulullah Saw ketika beliau dikejar musuh Allah.
Belum setangkas Khalid bin Walid yang senentiasa bergegas menyambut seruan jihad di medan laga.

Beginilah dakwah.
Dan kau lelah???
Tidak. Semangatlah!!!
Sebab perhentian kita bukan di dunia. Sebab istirahat kita di Jannah.
Sebab musuh-musuh Allah takkan puas sampai Dien ini padam cahayanya.
Sebab jika bukan engkau, siapa lagi yang akan mengembalikan binar kemenangan di masa silam???

Ya. Inilah dakwah. Jika kau lelah berhentilah.
Tapi tidak berlama-lama. Tapi tidak berleha-leha.
Sebab kewajiban kita lebih banyak dari waktu yang tersedia.
Sebab panji-panji itu telah terbai’at dari jiwa yang setia.
Sebab engkaulah singa yang siangnya berjihad tak kenal lelah.
Sebab engkaulah rabi yang malamnya padat dengan munajat. Lanjut membaca

BERMANFAAT BAGI ORANG LAIN

Barangsiapa di antara kamu yang mampu memberikan manfaat kepada saudaranya, maka hendaklah ia bersegera memberikan manfaat kepadanya.” (Diriwayatkan Muslim dari Jabir ra.)

Pada dasarnya kita semua memiliki kemampuan memberi manfaat kepada orang lain. Akan tetapi, seringkali kita tidak memiliki kemauan untuk memberikannya karena sifat kikir dan egois yang ada pada diri kita. Sehingga dalam hadits ini, Nabi saw. menyerukan agar kita menjadi orang yang memiliki kemauan untuk memberikan kemanfaatan kepada orang lain dan bersegera memberikan sesuatu yang berarti bagi orang lain semaksimal kemampuan yang kita miliki.

Memberikan kemanfaatan adalah ibadah yang patut diprioritaskan seperti yang diterangkan dalam hadits :
Seandainya aku berjalan bersama saudaraku untuk memenuhi suatu kebutuhan, maka hal itu lebih aku cintai daripada i’tikaf sebulan di masjidku ini.” (Diriwayatkan Ath-Thabrani dari Ibnu Umar ra.)

Seringkali seseorang merasa enggan untuk memberikan bantuan sepele yang sedang dibutuhkan oleh seorang muslim. Ia menganggap hal itu adalah sesuatu yang tidak begitu penting, sehingga ia lebih memprioritaskan untuk melakukan ibadah tertentu seperti shalat sunnah, puasa sunnah dan i’tikaf di masjid tertentu. Karenanya, dalam hadits ini Rasulullah saw. menegaskan bahwa memberikan bantuan kepada seorang muslim untuk memenuhi hajatnya jauh lebih baik dan lebih besar pahalanya daripada i’tikaf di masjid Nabawi.

Apabila Nabi saw. telah memilih amalan ini, maka tidak patut bagi kita – sebagai umatnya – memilih dan memprioritaskan amal lain dan meninggalkan amal yang menjadi pilihan beliau. Rasulullah saw. bersabda,
Orang yang paling dicintai Allah Ta’ala adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain. Amal yang paling dicintai Allah ”Azza wa Jalla adalah memasukkan kegembiraan ke dalam hati seorang muslim, menghilangkan kesulitannya, melunasi hutangnya, atau mengusir rasa laparnya.” (HR. Thabrani)

Hadits di atas menjelaskan bentuk-bentuk kemanfaatan yang bisa diberikan seorang muslim kepada orang lain yaitu : Lanjut membaca

KEMILAU SOUVENIR KHAS JALAN RAYA

17.30 WIB… Cuaca buruk!! Mendung bergayut suram di angkasa. Bau tanah yang terguyur hujan masih terasa. Udara dingin serentak mengajak sel-sel kulitku menari salsa. Waktu yang kurang nyaman untuk melakukan perjalanan ke barat. Tentu bukan untuk mengambil kitab suci ala Sun Go Kong. Kebetulan agenda tetap Selasa-Kamis adalah mengikuti les di sebuah lembaga bahasa. Ingin rasanya bergelung di dalam selimut sambil membaca SSN-nya Syaikh Shafiyyurrahman.. “Lit..Lit.. kok ya ndak kelar-kelar ntu buku”

Rinai hujan masih menyapu buana. Perlahan kukendarai motor melindas jalanan Surakarta. Tiba di perlintasan kereta api Jl. Urip Sumoharjo. Senja itu terdapat kereta api jurusan Jogja yang lewat. Butuh beberapa menit untuk menunggu. Padat merayap.. terutama setelah palang pembatas dibuka. Semua kendaraan berhamburan, mulai dari motor, mobil, bus, truk, sepeda dan tak ketinggalan becak. Uniknya.. sebagian besar tidak mempedulikan marka jalan. Semua berebut ingin terdepan meski harus melanggar aturan. Indonesia.. Indonesia… Kapan penduduk negeri ini akan disiplin???

Sayup adzan mulai terdengar bersahutan. Kelas dimulai pukul 18.20 WIB.. ”Masih ada waktu untuk sholat…” batinku. Kupacu motor dengan kecepatan 60km/jam. Tiba-tiba…

”Blegudugg.. gludduugg… beezzz”

Motorku terseok-seok dan susah untuk diajak ngebut!

”Ah.. kena deh!!!” ucapku sambil mencoba membesarkan hati. Kuteliti ban depan dan belakang. Yup, sesuai dugaan!! Ban belakang kempes.

Langsung turun dan kudorong motor kesayanganku itu. Alhamdulillah-nya ’polisi goceng’ alias tukang tambal ban ada di ujung jalan. Meski jaraknya dekat.. lumayan juga mampu membuat pinggangku pegel.

”Kena paku ya Mbak? Sini saya cek!” sambut polisi goceng tersebut sambil tersenyum.

”Wah gak tau juga Mas! Gembos biasa mungkin..,” jawabku tak kalah dengan senyum. Merasa kena telak, masnya agak salah tingkah. Dalam hati tertawa, kok masnya bisa tahu kalau ban motorku terkena paku??!

Ranjau paku adalah istilah untuk paku, sekrup atau besi yang sengaja ditebar di jalan raya. Modusnya bemacam-macam, Lanjut membaca

Merindukan mereka berdua…

Beberapa hari lalu ada no telpon asing masuk di HP Litha… Nomor ID bukan negara Indonesia.. “Assalamu’alaikum mba..” *suara laki-laki* “Wa’alaikumsalam wa rahmatullah, dengan siapa ya?” “Mba lupa?” Sejenak memutar rekam ingatan tapi tetap saja lupa dan asing. “Mba, ni Herman!” “Subhanallah!! Dek..!!”

Lost contact hampir 3tahun.. Hanya satu kata, kangen. Ah.. diam-diam Litha iri juga. Sudah kau jejakkan kakimu Lanjut membaca

.: FOR YOU PALESTINE :.

Berdzikir dengan nama tuhanmu
Bermunajatlah di tengah malam
Bertaubatlah padanya penuh rasa hamba
Agar doa kita di.. makbulkan
Agar Palestine kita genggam semula
Agar Palestine bebas di tangan kita
Kembali damai disirami air
Kebenaran Al-Quran dan sunnah


Palestine kan dimiliki lagi
Ingatlah Allah dan hindarkan dosa
Palestine kan aman lagi
Dengan ketaatan dan amalan soleh


Palestine you will regain your land
Remember Allah and stay away from sin
Palestine will be at peace again
And filled with the worship of Allah

Dengan kata dan ketaqwaan

Pada Allah yang maha kuasa
Ketakutan dan kelemahan
Peluru dan dentuman
Bukan lagi penghalang
Pembelaan Allah akan datang
Palestine… Palestine… Palestine
Palestine… Palestine… Pa…lestine


BE YOURSELF MY FRIENDS!!!

KEEP HAMASAH!!!

Westerners want to own bronzed bodies like ours and so purchase tanning lotions. Asians want to be fair-complexioned like Westerners and so buy some bleaching stuff. When are we ever going to stop and simply be happy with how we look???

No matter how hard you work, there’ll still be some people who will be expert er than you, minimal they are your teacher. Because they are the richest people in this world. No matter who they are, may be your family, friend, poor man in your side, the orphans even the people who you don’t meet yet.

My lovely friends.. this is crucial. The most difficult thing in the world is to be who you are not. Pretending and trying to be someone else is the official pastime of the human race.

And.. the easiest thing in this world is TO BE YOURSELF. There must be a reason why ALLAH made you tall or short, brown skin or white skin, thin or fat. Overall the reason is to pray for HIM. So be happy

Love who you are!!!


Talitha in the inspiring time… ‘FRIDAY’

Suamiku Laksana Hanzallah

Sungguh… saya memposting ini adalah semata-mata rasa tasbih tergulir merdu, atas keagungan-Nya. Jarang atau bahkan memang sengaja tidak bersentuhan dengan candaan, tulisan atau cerita yang beraroma tentang pernikahan. Bukan antipati..tapi cukuplah ketika masa itu datang pasti akan indah pada saatnya..tanpa harus mengurai waktu yang ada dengan untaian kata-kata maupun rangkaian canda tentang pernikahan yang kadang unsur kebermanfaatnya kurang.
Cerpen ini ditulis oleh: http://keluargaidaman.blogspot.com/ dengan perubahan judul. Semoga bermanfaat…


Hatiku bercampur baur antara kegembiraan, kesedihan dan kehibaan. Terlalu sukar untuk kugambarkan perasaan hatiku tatkala ini. Sanak saudara duduk mengelilingiku sambil memerhatikan gerak geri seorang lelaki yang berhadapan dengan bapaku serta tuan imam.

Hari ini adalah hari yang cukup bermakna bagi diriku. Aku akan diijab kabulkan dengan seorang lelaki yang tidak pernak kukenali pilihan keluarga. Aku pasrah.

Semoga dengan pilihan keluarga ini beserta dengan rahmat Tuhan. Bakal suamiku itu kelihatan tenang mengadap bapaku, bakal bapa mentuanya. Mereka berkata sesuatu yang aku tidak dapat mendengar butir bicaranya. Kemudian beberapa orang mengangguk-angguk. Serentak dengan itu, para hadirin mengangkat tangan mengaminkan doa yang dibacakan lelaki itu. Lanjut membaca