Tag Archive | kartun akhwat

잠시 쉬다 Take a Rest

This day was such an off day. Everything went wrong.

I know I can see the difficulties even sadness

I need solace, need to have a rest. Not for long time, just for a moment.

To a beautiful end of the expected preparing

<< Kesabaran itu ada batasnya…. Dan kau tahu pasti apa itu batasnya >>

<< Ketika tertapak kaki kita di surga-Nya >>

이슬람교도 10 KARAKTER MUSLIM (MUWASHAFAT)

Bismillahirrahmanirrahim….

“Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Rabb mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka.” (Q.S Al-Kahfi [18]: 13)

Sebagai pengingat dari kita yang sudah sering mendengarnya atau bahkan hingga luar kepala (semoga tidak lupa). Sebagai seorang muslim/ah wa bil khusus pemuda hendaknya senantiasa berupaya membentuk kepribadian yang dimiliki agar sesuai dengan karakter ideal. Mengapa pemuda? Ditilik dari sejarah, merekalah komunitas pertama yang menyambut seruan dakwah Islam dengan baik dan tangan terbuka.

Rasulullah bersabda, ” Saya wasiatkan para pemuda kepadamu dengan baik, sebab mereka berhati halus. Ketika Allah mengutus diriku untuk menyampaikan agama yang bijaksana ini, maka kaum mudalah yang pertama-tama menyambutku, sedang kaum tua menentangnya.”

Karakter yang dimiliki hendaknya mengarah pada pencapaian pribadi muslim yang integral. Hasan Al-Bana dalam Risalah Taklim merumuskan profil muslim menjadi 10:

1. Salimul Aqidah (Aqidah yang lurus/ Good Faith)

Aqidah yang lurus/bersih ini harus ada di dalam diri seorang Muslim. Dengan aqidah yang lurus, maka seseorang akan memiliki ikatan yang kuat dengan Tuhannya. Ikatan ini akan membuat seorang muslim ikhlas dalam mematuhi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ikatan ini pula yang menjaga kita tetap bersemangat dalam berlomba-lomba untuk mencapai keridhan-Nya. Indikator karakter ini : memahami ilmu tauhid, selalu mengingat Allah dan selalu merasa diawasi (muraqabah)  oleh-Nya,selalu meluruskan niat, menjaga diri dari kemusyrikan, memahami rukun Iman dan rukun Islam, dsb.

”Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku, hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam.” (QS. Al-An’am [6]: 162)

2. Shahihul Ibadah (Ibadah yang benar/ Right Devotion)

Ibadah yang benar ini artinya setiap ibadah yang kita lakukan sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah. Indikatornya : melaksanakan shalat 5 waktu, melaksanakan shaum wajib dan shaum sunnah, mempelajari Al-Quran dan mengamalkannya, melaksanakan shalat sunnah (dhuha, tahajud,dsb).

”Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, kecuali agar mereka beribadah kepadaku..” (Q.S Adz – Dzariyat [51] : 56)

3. Matinul Khuluq (Akhlak yang kokoh/ Strong Character) Lanjut membaca

Manajemen Waktu Buat Si Nawaitu

Jadwal Harian

1. Selesai Subuh sampai terbitnya matahari :
Menghafal lima ayat Al-Qur’an, satu hadist dan kesimpulan ringkas dari sebuah matn

2. Dari terbitnya matahari hingga waktu dzuhur : belajar formal, pergi ke kantor, bekerja, atau berdagang, dan sempatkan diri untuk sholat Dhuha

3. Selesai Dzuhur : membaca sejarah, sastra, berita, online, makan, dan tidur siang.

4. Selesai Ashar :Membaca buku-buku kitab, Tafsir, Fiqh, Risalah-risalah, Shiroh Nabi dan sahabat, dan sebagainya

5. Selesai Magrib : mengulang hafalan Qur’an, hadist, dan matn

6. Selesai Isya : mengulang pelajaran dari sekolah, mengerjakan tugas kuliah ataupun kantor, Menulis

7. Makan malam

8. Jangan lupa sebelum tidur, sempatkan diri untuk Sholat Witir tiga raka’at

9. Instropeksi Diri dalam sehari, hal-hal apa yang telah dilakukan, melakukan kesalahan apa saja, ibadah apa yang terlailaikan dan sebagainya. (Kalau bisa di catat)

10. Istighfar 3x, berniat untuk tidak melakukan kesalahan yang sama

11. Hamdalah 3x, bersyukur akan Ni’mat hari yang telah di berikan

12. Targetkan aktivitas besoknya, tancapkan dalam hati dan katakan Allahu Akbar

13. Niatkan bangun di sepertiga malam terakhir dan tidur

Jadwal Pekanan

1. Sempatkan puasa Sunnah minimal sepekan sekali, missal hari Senin atau Kamis Lanjut membaca

SEBENARNYA KEWAJIBAN SAYA ITU….

Pikiran ini berkelebat secepat kilat. Menari gemulai di kepalaku. Memenuhi setiap regang rongga sel-sel reseptor. Otakku kian lama kian padat. Serasa bom waktu yang hanya tinggal menghitung mundur. Lima.. empat.. tiga.. dua.. satu.. DDUUUAAARRR!!!

AAAAAAAAAAAAA!!!

Litha pengen nuliiiiissss! Rasanya sudah meledak-ledak!


Kuliah kultur jaringan pagi tadi serasa reverse transcriptase untuk semua DNA yang bertanggung jawab pada faal tubuh ini. Bukan kuliahnya yang menjemukan… bukan pula dengan dosennya. Sungguh Litha sangat mencintai mata kuliah ini, begitu pula dengan dosennya. Beliau.. Bu Widya, melontarkan beberapa pertanyaan simple pada kami. Materi yang ditanyakan sudah Litha dapat di tahun kedua. Tapi… tapi… BLANK!!!

AAAAAA!!!

Rasanya sinapsis yang dibangun terdedeferensiasi dengan serangan kejam dari ribuan kontaminan.

Gregetaaaaannnnn!!!!!!!!!

Ingin teriak lepas di atas karang berdebur ombak selatan….

Bukan sesuatu yang lucu kita mempunyai Lanjut membaca

KEMILAU SOUVENIR KHAS JALAN RAYA

17.30 WIB… Cuaca buruk!! Mendung bergayut suram di angkasa. Bau tanah yang terguyur hujan masih terasa. Udara dingin serentak mengajak sel-sel kulitku menari salsa. Waktu yang kurang nyaman untuk melakukan perjalanan ke barat. Tentu bukan untuk mengambil kitab suci ala Sun Go Kong. Kebetulan agenda tetap Selasa-Kamis adalah mengikuti les di sebuah lembaga bahasa. Ingin rasanya bergelung di dalam selimut sambil membaca SSN-nya Syaikh Shafiyyurrahman.. “Lit..Lit.. kok ya ndak kelar-kelar ntu buku”

Rinai hujan masih menyapu buana. Perlahan kukendarai motor melindas jalanan Surakarta. Tiba di perlintasan kereta api Jl. Urip Sumoharjo. Senja itu terdapat kereta api jurusan Jogja yang lewat. Butuh beberapa menit untuk menunggu. Padat merayap.. terutama setelah palang pembatas dibuka. Semua kendaraan berhamburan, mulai dari motor, mobil, bus, truk, sepeda dan tak ketinggalan becak. Uniknya.. sebagian besar tidak mempedulikan marka jalan. Semua berebut ingin terdepan meski harus melanggar aturan. Indonesia.. Indonesia… Kapan penduduk negeri ini akan disiplin???

Sayup adzan mulai terdengar bersahutan. Kelas dimulai pukul 18.20 WIB.. ”Masih ada waktu untuk sholat…” batinku. Kupacu motor dengan kecepatan 60km/jam. Tiba-tiba…

”Blegudugg.. gludduugg… beezzz”

Motorku terseok-seok dan susah untuk diajak ngebut!

”Ah.. kena deh!!!” ucapku sambil mencoba membesarkan hati. Kuteliti ban depan dan belakang. Yup, sesuai dugaan!! Ban belakang kempes.

Langsung turun dan kudorong motor kesayanganku itu. Alhamdulillah-nya ’polisi goceng’ alias tukang tambal ban ada di ujung jalan. Meski jaraknya dekat.. lumayan juga mampu membuat pinggangku pegel.

”Kena paku ya Mbak? Sini saya cek!” sambut polisi goceng tersebut sambil tersenyum.

”Wah gak tau juga Mas! Gembos biasa mungkin..,” jawabku tak kalah dengan senyum. Merasa kena telak, masnya agak salah tingkah. Dalam hati tertawa, kok masnya bisa tahu kalau ban motorku terkena paku??!

Ranjau paku adalah istilah untuk paku, sekrup atau besi yang sengaja ditebar di jalan raya. Modusnya bemacam-macam, Lanjut membaca

Merindukan mereka berdua…

Beberapa hari lalu ada no telpon asing masuk di HP Litha… Nomor ID bukan negara Indonesia.. “Assalamu’alaikum mba..” *suara laki-laki* “Wa’alaikumsalam wa rahmatullah, dengan siapa ya?” “Mba lupa?” Sejenak memutar rekam ingatan tapi tetap saja lupa dan asing. “Mba, ni Herman!” “Subhanallah!! Dek..!!”

Lost contact hampir 3tahun.. Hanya satu kata, kangen. Ah.. diam-diam Litha iri juga. Sudah kau jejakkan kakimu Lanjut membaca

GALERI ASA TERBINGKAI DOA

Kekuatan akan doa dan keyakinan bahwa saya mampu melakukan yang terbaik, saya rasakan satu tahun yang lalu. Waktu itu Ramadhan 1429 Hijriah, bulan mulia yang penuh ampunan, bulan dimana pahala dilipatgandakan. Di suasana Ramadhan yang kondusif dan lingkungan yang tinggi akan tingkat fastabiqul khairat, terlintas di benak saya untuk mengukir peta perjalanan Ramadhan ini dengan kenangan yang indah. Entah itu melakukan kegiatan yang sekiranya bermanfaat bagi masyarakat seperti bakti sosial, TPA atau peningkatan aktivitas ruhiyah saya pribadi. Saat itu saya menargetkan agar hafalan bertambah dan minimal khatam Al-Qur’an dua kali.

Akhir pekan saya gunakan untuk pulang ke rumah. Kebetulan saya kos di Solo dan hari aktif kuliah dari Senin hingga Jum’at. Ba’da maghrib adalah waktu yang biasa digunakan untuk kumpul dengan keluarga. Mendiskusikan berbagai hal, entah kasus politik di negeri ini, murid-murid mbak saya yang bandel, kuliah saya, kajian kahir pekan, kue donat buatan ibu atau kambing di rumah yang baru saja melahirkan dua anak. Perbincangan ringan namun mampu menghangatkan suasana keluarga. Tiba-tiba diskusi menjurus tentang pendidikan yang akan ditempuh Faishal (keponakan saya) yang saat itu masih berusia tiga tahun. Semua orang spontan mengeluarkan pendapat masing-masing.

“Besok Faishal disekolahkan di SMK saja, biar bisa langsung  aplikasi ke lapangan,” ujar mas saya.

“Jangan, aku pingin dia masuk SMA teladan, jadi dokterlah,” gantian mbak Tias; mbak saya nimbrung.

“Masuk LIPIA saja ya Shal! Biar bisa jadi ustadz,” usul ibu saya selaku eyang uti-nya Faishal.

Faishal yang belum paham dengan perbincangan orang-orang dewasa di sekitarnya tetap melanjutkan nonton kartun Upin-Ipin. Saya pun hanya bisa Lanjut membaca

I don’t believe it

I don’t believe. When a lot of people still immersed on their world… with a movie, with dating, with hang out, with greetings, with shopping. Meanwhile.. over 600 people were risking their lives to help hundreds of thousands of people who locked on a blockade israel la’natullah alaih!!

I don’t believe. When many friends still spending time by superficial love. Bout handsome boys or pretty girl. Meanwhile… Palestinian on the same age were struggling by throwing little stones in the big blue sky to get the freedom….

Now we share on the same one small planet. Share some sense of fresh air. The same round also sunshine. What a beautiful this world. Why we don’t share bout the same love???

I don’t believe it…..

.: FOR YOU PALESTINE :.

Berdzikir dengan nama tuhanmu
Bermunajatlah di tengah malam
Bertaubatlah padanya penuh rasa hamba
Agar doa kita di.. makbulkan
Agar Palestine kita genggam semula
Agar Palestine bebas di tangan kita
Kembali damai disirami air
Kebenaran Al-Quran dan sunnah


Palestine kan dimiliki lagi
Ingatlah Allah dan hindarkan dosa
Palestine kan aman lagi
Dengan ketaatan dan amalan soleh


Palestine you will regain your land
Remember Allah and stay away from sin
Palestine will be at peace again
And filled with the worship of Allah

Dengan kata dan ketaqwaan

Pada Allah yang maha kuasa
Ketakutan dan kelemahan
Peluru dan dentuman
Bukan lagi penghalang
Pembelaan Allah akan datang
Palestine… Palestine… Palestine
Palestine… Palestine… Pa…lestine


Suamiku Laksana Hanzallah

Sungguh… saya memposting ini adalah semata-mata rasa tasbih tergulir merdu, atas keagungan-Nya. Jarang atau bahkan memang sengaja tidak bersentuhan dengan candaan, tulisan atau cerita yang beraroma tentang pernikahan. Bukan antipati..tapi cukuplah ketika masa itu datang pasti akan indah pada saatnya..tanpa harus mengurai waktu yang ada dengan untaian kata-kata maupun rangkaian canda tentang pernikahan yang kadang unsur kebermanfaatnya kurang.
Cerpen ini ditulis oleh: http://keluargaidaman.blogspot.com/ dengan perubahan judul. Semoga bermanfaat…


Hatiku bercampur baur antara kegembiraan, kesedihan dan kehibaan. Terlalu sukar untuk kugambarkan perasaan hatiku tatkala ini. Sanak saudara duduk mengelilingiku sambil memerhatikan gerak geri seorang lelaki yang berhadapan dengan bapaku serta tuan imam.

Hari ini adalah hari yang cukup bermakna bagi diriku. Aku akan diijab kabulkan dengan seorang lelaki yang tidak pernak kukenali pilihan keluarga. Aku pasrah.

Semoga dengan pilihan keluarga ini beserta dengan rahmat Tuhan. Bakal suamiku itu kelihatan tenang mengadap bapaku, bakal bapa mentuanya. Mereka berkata sesuatu yang aku tidak dapat mendengar butir bicaranya. Kemudian beberapa orang mengangguk-angguk. Serentak dengan itu, para hadirin mengangkat tangan mengaminkan doa yang dibacakan lelaki itu. Lanjut membaca