Sabtu 2 April 2011, pagi-pagi buta
Sebelumnya dapat sms untuk pertemuan rutin dengan keluarga FLP UNS. Tempatnya di Balekambang jam 08.00. Litha sampai sana sekitar pukul 08.20 agak ngos..ngosan juga *padahal yang lari Mowah (motor dakwah; peace ^_^V) Kharisma*. Litha kira sudah telat, eng.. ing.. eng.. baru ada Umar yang sibuk mencet-mencet HP dan Apri yang sibuk dikejar rusa. Kemudian nyusul Esty, Ika, Putri, Wien dan banyak lagi. Akhirnya Kang Nass pun dating yang sebelumnya sudah apel pagi sama Polisi caused without STNK.

Laskar Kang NasS
Start on 09.00 A.M opening by Kang Nass. Dicek pula siapa-siapa anggota laskar yang sudah/belum buat dan sudah/belum bawa karya buat dioperasi hari ini. Lalu kami semua duduk melingkar penuh cinta, dibagi dalam tiga sub lingkaran. I laskar putra: Umar, Ichsan, Ndaru, Alip, Wildan, Fuad, Mas Faisal. II: Apri, Erni, Ika, Asih, Puti, Istiqomah. III: Nur, Wien, Zulfa, Elva, Esty, Litha.

Laskar FLP UNS
Sedangkan Sang Jendral Kang Nass sudah tidak di teritori FLP UNS. Kebetulan ada lima agenda yang dijadikan satu di Balekambang, mlumpuk.. pukk..!! Kelar bedah karya, langsung bahas pertemuan yang akan datang. Disepakati 16 April 2011 di Taman Makam Pahlawan samping Jurug, sekalian bisa dzikrul maut. Hehehe. Oya.. kumpul dulu di Boulevard UNS coz banyak yang belum tahu.
Penutupan, Kang Nass balik lagi… mengumumkan bahwa Predikat Rangking 1 dipegang oleh Esty *Pinter Nggak Toeh!* 1000 jempool enciip buat Dek Esty, Litha banyak belajar tentang ngolah diksi karya-karya non-fiksi. Selanjutnya karena Kepala Suku akhir-akhir ini rajin, Kang Nass berbaik hati menghadiahkan buku. Judulnya DARI CINTA UNTUK CINTA written by himself. Kyaaa! Mupeng beud
“Sering-sering aja Kang ngasih buku gratisnya!” celetuk Mas Faisal.
Grrrrr… kontan langsung pada ketawa.
Last but not the least… foto-foto di depan tulisan TAMAN BALEKAMBANG yang udah pada hilang hurufnya. Meski siang bolong *waktu dzuhur untuk Solo dan sekitarnya* kami semua memasang muka terbaik. Kimchiiii!!!!
Langsung pulang ke kos dengan ritual ishoma. Lanjut pergi barang Ukhti Hasna ke Solo Muslim Fair di Goro As-Salam. Setelah sholat ashar di Goro baru nyadar… my special stuff lost!!! Ihhikz… ihikzzz…. Kalau memang sudah takdir ya mau bagaimana lagi. Dipinjemin Hasna.. baru dibawa tiga menitan. Ilang lagi. Kyaa! Afwan ya Na’….
Akhirnya keliling di stand perlengkapan muslim. Hasna beli bros yang lagi mode saat ini. Litha nyebutnya sih peniti grandhel. Lha bentuknya peniti besar banyak manik-maniknya dan pating grandhel. Kalau yang pakai jilbab dililit-lilit, bros ini biasa ditaruh di atas kepala bagian belakang. Sekalian buat nyari sinyal mungkin. Mana Hasna belinya yang ngejreng pula!
“Mau dipake dimana Ukh?” tanyaku, secara dia bukan anggota genus jilbab lilit.
“Ya taruh depan sini Ukh?”
Itupun masih beli pin kayu gedhe bentuk Lanjut membaca →