Tag Archive | ide

공부 ABOUT MY DREAM BOOK

Well, jus wanna hiatus at the moment to reconstitute my life’s map. But I wasn’t separating from my lovely mighty home, hehehe. Remember that I’m 21st years old, istighfar continuously because of many sins and little achievement that I got. Hmm like I am going to die tomorrow (sereem juga) so have to pray continuously and make the best result on my life.

So the story start from… two weeks ago I got a few things in mind after looonnggg browsing in many websites. In this case I really felt inferior person, wake up Litha!

I traced back to my experience studying in Yogyakarta 2nd Senior High School which many alumnus can go overseas. I have to say I feel quite good grades back then and quite smart too (hope it’ll be one reason to make me more confident ^_^, hehe.. Amiin Ya Allah). Remember that Litha is wong ndeso from Nanggulan 1st Junior High School, one of 4 students that could study at SMADA Jogja (Wake up!!! Wake up!!!). So… again… I think, I good enough to be participant on “this world competition”.

When I see their (alumnus from my Senior High School and another people) success, it reminds me about one thing! Was I not in the same level like they were in junior and senior high school? How come they are more successful than me? How could they go to better school than I do? They are only human too, aren’t they? They can success, go overseas to studying at the great world university! So, why can’t I? Am I afraid to dream and dare high???!

taken from http://facebook.com/wicakz

Even… Prophet Muhammad (pbuh) said, “Seek knowledge from the cradle to the grave.”

Or in the other hadist, “Seek knowledge even up to China – Utlubul ‘ilma walau bissiin.”

Come on Litha, you can!!! Absolutely!

I have thought that one a reason it has not been very common for me is that I just sometime thought of it in my life! Desire is not enough, need more and more faith and fight on it!!!! I am only one to open the path of my great future, no one else. So, just familiarize my self with everything to prepare it. The Al-Qur’an, the ‘book’ of John Echols – Hassan Shadily, journal and many more.. I’ll more and more often meet and love you (haha, Litha’s declaration). Increasing my English quality (heuheuh.. ampe guling2, get ready!). Make the highlight journey on this world and akhirat, ameen. Until one time, I can say… Macca, Europe, Hangug, Japan, Aussie or Africa… I come! Allahu Akbar!

Live only once, so live like you are going to live forever!

 
Talitha Huriyah
11.11.11 a.k.a 15 Dzulhijah 1432H
Bumi Allah, Surakarta
*listening Raihan-Bacalah

PELAT PULPEN FLP SOLO RAYA ANGKATAN 7 2nd DAY

Hari kedua lokasinya pindah di Aula Hukum UNS. Hari pertama Litha gak dapet konfirmasi kalau tempatnya pindah di aula perpus pusat. Celingak celinguk, acaranya ada dimana ta? Yang ada malah sms TD.. TD.., what’s the maksoed? Entahlah, hingga pelat pulpen selesai misteri TD itu tidak terjawab. Mungkin itu singkatan dari testis determining gene on Y.

Ah, setidaknya itu gak separah Mba Nidong di hari kedua ini. Dia sudah jalan sampe depan perpus, lupa kalau hari kedua lokasinya beda. Padahal kondisinya agak demam. Dateng-dateng dengan mata berair karena demam dan muka lemesnya,

“Pyuffh.. aku capek banget Lit! Kepalaku pusing….”

Sesi pertama diisi Pak Aries Adinata. Kocak! Kepala suku FLP Solo ini menjelaskan tentang cara membuat cerpen yang bagus. Terkhusus untuk tokoh dan setting. Kuncinya adalah peka! Peka terhadap gesture, logat/dialek suatu daerah, pendeskripsian yang logis mengenai profesi dan umur sang tokoh.

Mengenai setting, hargailah sebuah proses! Bocoran saja, saat ini beliau lagi research untuk buku yang akan ditulisnya. Tidak tanggung-tanggung Lanjut membaca

PELAT PULPEN FLP SOLO RAYA ANGKATAN 7 1st DAY

Sabtu kemarin Litha mengikuti Pelat Pulpen FLP di Aula Perpus Pusat UNS. Mengendap-endap dengan Mba Nidia Sofa Nida di barisan belakang karena datang telat. Meski begitu kami tetap semangat pengen dapet ilmu dari guru-guru kepenulisan yang cerdas. Sesi pertama diisi oleh Pak Nas dengan makalahnya yang bersub-judul,

Sebuah makalah tak bermutu dari nasSirun PurwOkartun yang bikin jemu!

Ah lucu! Jauh dari sub-judulnya, isinya sangat bermutu. Satu hal yang Litha garis bawahi, kalimat menggebrak di awal yang Pak Nas sampaikan sama dengan yang diungkapkan Mba Afifah Afra.

Nahnu du’at qabla kulli syai’in, kami adalah da’i (penyeru) sebelum menjadi segalanya.”

Jadi, siapapun diri kita, dengan segala latar belakang yang ada, dengan berbagai profesi yang dimiliki yang patut kita pahami sebagai seorang muslim adalah aktivitas kita hendaknya bernilai da’awi. Setiap gerak yang tercipta bertujuan ta’muruuna bilma’ruf watanhauna ‘anilmunkar (menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar).

Pertanyaannya, mengapa kalimat pembuka dari beliau-beliau ini mengingatkan kita tentang siapa diri kita sebelum menjadi yang lain? Apa kaitannya dengan menulis? Sepenangkap Litha, menulis adalah salah satu aktivitas da’awi yang bisa kita lakukan. Da’wah bil qalam. Dari jutaan buku yang terpampang di toko buku (terkhusus yang bergenre remaja), berapa yang Lanjut membaca

Belajar dengan Pak Horta, Guru Berambut Rumput!!!

Bermain adalah kegiatan yang dilakukan atas dasar motivasi dalam diri semata-mata untuk mendapat kesenangan. Aktivitas bermain dikenal hanya untuk kalangan balita dan anak usia sekolah dasar. Bedanya, untuk anak SD sudah melibatkan unsur kompetisi sedangkan untuk balita murni atas dorongan mencapai kesenangan. Sedangkan untuk kalangan remaja dan dewasa lebih dikenal dengan istilah berkreasi.

Berkebun merupakan salah satu aktivitas bermain yang semakin jarang ditemukan di sekolah-sekolah. Banyak faktor mulai dari materi pembelajaran anak sekarang lebih dituntut pada kemampuan bahasa inggris, matematika, musik dll. Selain itu lahan hijau banyak yang disulap menjadi pusat perbelanjaan, real estate maupun gedung-gedung perkantoran terutama di kota-kota besar. Tidak mengherankan jika polusi udara meningkat tajam, banjir menjadi tamu langganan ibu kota dan efeknya pemanasan global semakin parah.

Sungguh ironis ketika Lanjut membaca

GATOT.. THE OTHER HERITAGE FOOD

Gatot Hitam

Satu lagi jajanan pasar yang patut dicoba, namanya Gatot. Tapi bukan Gatotkaca seperti dalam dunia perwayangan… Makanan ini mudah dijumpai di daerah Gunung Kidul, Yogyakarta; Wonogiri, Jawa Tengah dan Blitar, Jawa Timur. Tidak aneh jika gatot mudah dijumpai di daerah Gunung Kidul yang terkenal sebagai kota gaplek. Ini dikarenakan.. bahan dasar pembuatan gatot adalah gaplek (singkong yang dikeringkan dengan cara dijemur). Makanan ini sekarang juga sudah merambah di berbagai daerah seperti Nanggulan, Kulon Progo (daerah saya).

Ketika beras mahal atau sawah mengalami kekeringan, orang desa sering mengonsumsi makanan olahan singkong ini. Bahkan gatot pernah menjadi makanan pokok ketika penjajahan Jepang dulu saat beras susah diperoleh. Ada aggapan bahwa mengkonsumsi makanan seperti ini hanya layak untuk orang miskin. Lanjut membaca

GOA SUROWONO… UNFORGETTABLE MOMENT IN PARE

Pintu Masuk Ke-1

Berikut oleh-oleh cerita saya ketika diberi kesempatan berkunjung di English Village, Pare, Kediri. Sudah jauh-jauh nyampe Pare.. sayang kalau tidak visit some unique place. Salah satunya Surowono Cave… Konon goa ini adalah tempat persembunyian pasukan kerajaan dari musuh. Jadi tempat tingggal raja untuk sementara. Sebuah pengalaman yang menarik mengunjungi goa yang sempit, dingin dan mempunyai sungai bawah tanah ini. Jujur ini adalah my first pure caving. Kalau ke goa tempat-tempat wisata alhamdulillah sudah pernah, tapi yang benar-benar susur gua.. ya baru pertama kali ini. Dari Mahesa Princess Camp menuju Kresna (tempat janjiannya di sini). Ini rihlah (eehh).. tour saya dengan teman-teman Kresna HP2-B. Nah.. setelah ngumpul semua dan mentari yang sudah mulai terik akhirnya rombongan pun berangkat. Satu hal yang unik dan patut kita contoh di Pare adalah budaya menggunakan sepeda. Jalanan penuh dengan orang yang menggunakan sepeda dan pejalan kaki, repot sekali kalau kita menggunakan motor. Setiap 10m sekali ditemukan banyak bengkel sepeda dan biasanya sekaligus tempat penyewaan sepeda. Lanjut membaca

Bismillah.. budayakan menulis yuk!

Menulis adalah bagian dari unsur-unsur belajar (study). Proses belajar tidaklah dilihat dari banyaknya berdiskusi atau membaca buku saja. Namun, bagaiman kita mampu menuangkan itu dalam bentuk dan menyosialisasikan dalam bentuk lain.

ﷲ Menulis opini adalah sarana efektif untuk menyuarakan aspirasi atau menyebarkan ide kita. Melalui sebuah media, tulisan kta akan terbaca oleh orang lain. Itu berarti misi penebaran ide kita sedikit banyak telah terlaksana.

ﷲ Rentang waktu untuk menyerap pesan yang disampaikan secara lisan itu sangat singkat. Berdasarkan penelitian, kemampuan seseorang untuk mengingat pesan maksimal 12jam. Lewat dari itu, keungkinan pesan akan hilang hingga 80%. Sedangkan pesan tulisan dapat diserap dan dipelajari untuk waktu yang lama.

ﷲ Pesan tertulis dijadikan dokumentasi ysng dapat digukan kembali jika diperlukan. Dengan kemampuan kita menulis, maka kita tidak hanya belajar untuk menuangkan gagasan dalam bentuk media saja, tapi juga dengan menulis kita bisa mencatat suatu proses yang terjadi secara actual dan dapat digunakan untuk dokumentasi.

TIPS MENULIS DENGAN MUDAH
Menulis=membebaskan diri
Setiap orang punya kemampuan menulis. Kemampuan ini ibarat jin yang tersumbat dalam botol Aladin. Karena itu tiap orang perlu berupaya keras membebaskan sumbatan agar potensi menulis melejit keluar.
Menulis=mengekspresikan diri
Hal ini merupakan cara membuang sumbatan botol. Anggapalah di dunia ini hanya ada Anda sendiri. Dan Anda bebas mengutarakan apaun tanpa ada orang yang akan mengancam atau menilainya.
Menulis=menemukan diri
Ini dapat dikatakan mempercepat pembuangan sumbatan botol. Anda akan tedorong sangat keras bila aktivitas menulis ditargetkan untuk mengenal diri Anda!!
Memiliki catatan harian.
Ini untuk menampung semburan potensi menulis. Tulislah apa saja sepanjang hari. Dan terbukti orang yang sering mengungkapkan isi hatinya pada buku harian, mampu menghasilkan tulisan yang nyaman dibaca.
Kebiasaan menulis=menangkap ide.
Serigkali kita menghadiri sebuah diskusi dimana banyak ide-ide berloncatan. Aka amat berguna kalau kita mencatatnya sebagai investasi ide yang siap di ‘blow up’. Bisa juga dijadikan dokumentasi yang berisi kumpulan informasi yang berisi kumpulan informasi yang bisa dipanggil setiap saat kita membutuhkannya.