Tag Archive | Dakwah

SURAT CINTA UNTUK MUROBBI DI DAKWATUNA

Judul Buku : Surat Cinta Untuk Murobbi
Penulis : Ifa Avianty, Naqiyyah Syam, Fauzul Izmi, Sisri Dona, dkk
Penerbit : Paraplui Publishing, Yogyakarta
Cetakan Ke : 1
Tahun Terbit : Juli 2011
Tebal Buku : ix + 309 halaman ; 20cm

Romantisme Tarbiyah

dakwatuna.com – Awalnya, aku buta agama. Kemudian Allah membimbingku untuk mengenal sebuah nama, Tarbiyah. Maknanya adalah pendidikan. Pendidikan dalam seluruh aspeknya. Bukan sekedar pendidikan formal di bangku sekolah yang hanya mengejar ijazah. Tarbiyah bukan pula formalitas kosong yang minim makna. Maka, Tarbiyah kumaknai sebagai pendidikan asasi untuk menemukan jati diri kita yang sebenarnya.

Setelah perkenalanku dengannya, dunia serasa indah adanya. Bagaimana tidak kawan? Aku semakin mengetahui eksistensi diriku. Dari mana aku berasal? Untuk apa aku dicipta? Dan bagaimana seharusnya kujalani kehidupan yang dianugerahkan ini? Semuanya kutemukan dalam tarbiyah. Belum lagi keberadaan insan-insan Tarbiyah yang selalu menginspirasi.

Ada seorang ibu dengan 13 orang anak luar biasanya, Sebuah keluarga dengan 10 mujahid pencinta Al Qur’an, Para lelaki parlente yang cinta masjid, Ummahat anggun yang menjaga diri dengan hijab syar’i, Pekerja kantoran yang taat shalat, Pelajar pas-pasan yang menghargai waktu, Dan Para kuli yang senantiasa bercita-cita menjejakkan kakinya di surga, serta aneka profil lainnya yang sungguh sayang jika dilewatkan tanpa makna.

Maka, mengenal tarbiyah adalah syukur yang tak bertepi. Ketika ukhuwah manis rasanya, ia lebih indah dari pelangi. Ia lebih hangat dari sang surya ketika Dhuha, ia lebih sejuk dibanding mata air di tengah sahara. Dalam tarbiyah, ukhuwah adalah perekat yang kelak mengantarkan para pelakunya untuk reuni di surgaNya. Amiin.

Tarbiyah, membuat ukhuwah nampak luar biasa. Ia bukanlah basa basi tanpa arti. Ia benar-benar lahir dari lubuk yang paling dalam. Maka, meski mata tak pernah bersitatap, meski raga tak kunjung jua berjumpa, para pelaku Tarbiyah senantiasa berpelukan hatinya. Berpelukan dalam taqwa, berpelukan dalam rangka mencintaNya.

Bagi Anda yang belum kenal Tarbiyah, buku ini, mudah-mudahan, menjadi Lanjut membaca

이슬람 교도 The New Ukhuwah from Badan Pengelola Mentoring Agama Islam Insani UNDIP

The weekend is a perfect time to have our friends get involved in physical activities to made event on campus and still ‘score’ the blessings. November 26th, 2011 we are from Biro AAI UNS so excited to meet many brothers and sisters of Badan Pengelola Mentoring Agama Islam Insani UNDIP (BPMAIU) Semarang. An organization of Islamic Tutorial in Diponegoro University. In fact, this event attended 40 people from UNDIP and POLINES.

Biro AAI UNS

One day before, DLK already gave a visit to Mawa Hall because the AlBar of NH used to Tahsin Class. It wasn’t conducive for many new student colleges of Education Faculty participated on Sholat Training. Alhamdulillah we got permission to use the Mushola of Agriculture Faculty, the location of the ‘studi banding’. They arrived at UNS in Masjid Nurul Huda Islamic Center at 11.30 a.m. Some of us received BPMAIU delegation in NH and the other made the preparations. Slide, table, snacks, LCD were all already arranged. After dzuhur prayer, we went to Agriculture Faculty with them to get lunch. Aha, before it, they took some pictures in the beautiful part of Masjid Nurul Huda Islamic Centre, wuah it was marvelous!!! I was so proud of it, haha :D

INSANI UNDIP

Shared together about each condition, how to applied personal approach, curriculum of tutorial, human resource development and many others. As for me I really enjoyed this event because I could get some view of ‘studi banding’ held, before we are going to have real ‘studi banding’ in Tutorial PAI UNY and PKP AAI UGM, Insya Allah.

Masjid Nurul Huda UNS, November 2011

I like to dedicate this entry for my sisters and brothers on Biro AAI UNS. All of you are responsible in making this event a success. Litha so admire about your courage, patient and dedication. Syukron katsir.

The Sisters of BPMAI Insani UNDIP

Special for ‘Departemen Litbang dan Kehumasan; DLK’s Family: Akh Rachmad Adi Riyanto, thanks for being striping MC, Akh Syafi’ul Umam ‘mister wora-wiri & full riweuh’, Ukh Wahyu Setyowati ‘absent sheet etc’, Ukh Kurnia Sari ‘wora-wiri to got lunch on time!’ Syukron jazakumullah khairan katsir. You all did a great job! Alhamdulillah Ya Allah! It was a great day!

-Litha, Happy Islamic New Year-

1 Muharam 1433H. Bumi Allah, Solo bening

이슬람교도 Merenda Keteguhan dan Kesabaran

“Apapun yg qt lakukan” SELALU ada yg melihat. Minimal ALLAH. Bisa juga malaikat, jin qorin, syaithan,   manusia, hewan, tanaman & serta makhluq2 Allah yg lainnya.”

Sebuah pesan singkat yang Litha terima dari seorang teman. Pada mulanya agak ngeri juga, mengingat pesan tersebut dikirim sekitar jam 11 malam dan kondisi kos sudah sepi.

Namun.. ketika direnungi lebih lama sebenarnya ini menjadi suatu bentuk pengingatan bagi kita tentang adanya muraqabatullah. Allah senantiasa mengawasi kita di setiap kondisi, mengetahui apa yang kita pikirkan hingga hal terkecil bahkan untuk sebuah niat. Hal abstrak yang fisiknya tak bisa kita indra. Sebuah rem kendali terhadap perbuatan buruk kita.

Pribadi yang sadar akan pengawasan samawi (dari langit) pada hakikatnya menggunakan jasad sebagai sarana bagi ruh untuk menghamba pada-Nya. Betapapun sakit yang dirasa, payah yang semakin bertambah, kehilangan yang tak berkurang.. tak seharusnya menghentikan langkah kita untuk tetap teguh meniti jalan kebaikan.

Tsabat ini akan teruji ketika masalah muncul di depan kita. Bagaimana kita mengkonversi setiap masalah yang ada sebagai peluang untuk lulus ke tahap tingkat awal. Keberhasilan yang diraih akan menciptakan militansi sebagai kunci pembuka pintu-pintu keberhasilan berikutnya.

“… mereka tidak (menjadi) lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah,   tidak patah semangat dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh).  Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” Ali ‘Imran (3): 146

Mari kita cermati bersama ayat di atas. Tidak lemah karena bencana (red: ujian), tidak patah semangat. Sebab orang mukmin memandang hari akhir sangat dekat. Orientasi setiap aktivitas yang dikerjakakan berupa mihwar pada akhirat. Inilah yang menjadikan generasi para salafus shalih terus menerus berfastabiqul khairat.

Pernah dengar upaya yang ditempuh musuh-musuh untuk menghancurkan agama ini? Berapa banyak biaya yang ditelan untuk mempersenjatai Israel demi memblokade Palestina? Berapa waktu yang sudah mereka habiskan utnuk merancang serangkaian cara melenyapkan umat muslim?

Nah, sahabat!

Hendaklah kita hapuskan rasa inferior dalam diri ini, merasa rendah ketika berkompetisi. Padahal Allah telah menegaskan di ayat tersebut, “tidak (pula) menyerah (kepada musuh).” Sehingga ada perspektif positif yang bisa kita bangun. Kita sama-sama berkompetisi dengan musuh-musuh Allah namun yang membedakan kita dengan mereka adalah fastabiqul khairat. Berlomba-lomba dalam kebaikan. Di sana ada sebuah harapan untuk mereguk pahala yang sekali lagi dibutuhkan kesabaran berlipat untuk meraihnya.

“Wahai orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu..”     Ali ‘Imran (3): 200

Akhirnya,

Dengan segala harap kepada-Nya, semoga kita senantiasa teguh dan sabar merenda pahala untuk dituai kelak.

Bumi Allah Solo, 3 Dzulhijjah 1432H

#diketik saat menata kembali kepingan-kepingan peta hidup (=

이슬람교도 Tetaplah Di Jalan Ini…!

Teruntuk seluruh saudaraku, terkhusus buat Litha sendiri…..

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong [agama] Allah,
Niscaya dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu [QS. Muhammad:7]

Tribute to DLK’s Family of BIRO AAI UNS 2011

Akh Syafi’ul Umam, Akh Anjar Miska Prayoga, Akh Husein Nur Ariefin, Akh Rachmad Adi Riyanto
Ukht Kurnia Sari, Ukht Wahyu Setyowati, Ukht Ukhwatul Hasanah, Ukht Dian Kusumawati

Always… keep our VIRDAUS (VIsioner_DinAmis_religiUS) spirit

Entahlah, terkadang perjalanan yang jauh dan tidak pernah berakhir ini sering membuat kita lelah, capai, dan benar-benar letih. Hatta, keletihan itu sendiri terkadang tidak bisa digambarkan dengan visualisasi tertentu. Fase-fase inilah yang teramat sangat kita takutkan, kita khawatir suatu saat nanti kita tidak dapat lagi merasakan indahnya ber-Islam, indahnya berukhuwah, dan indahnya beribadah kepada Allah SWT. Kita juga mengkhawatirkan terjadinya disorientasi dalam dakwah yang sedang kita rancang.

Apapun ceritanya, ana, antum wa antuna, marilah kita berazzam agar kita tetap dan akan selalu senantiasa berada dalam rumah besar DAKWAH & TARBIYAH ini… Allahumma amiin

Tetaplah di sini saudaraku……

Di jalan keimanan ini… di jalan keislaman ini…. Tetaplah bersama-sama meniti jalan ini…. sampai usai. Kita semua mungkin sudah letih…. karena perjalanan ini amat panjang dan berliku. Tapi, bersiaplah di sini….. Jangan sekali-kali kita menjauh! Yakinlah kenikmatan pengorbanan yang kita teguk di jalan ini, jauh lebih banyak … ketimbang yang dilakukan orang-orang kebanyakan. Keindahan di sini, jauh lebih indah dari pada keindahan yang dibanggakan oleh orang-orang lalai itu.

Kita memperoleh puncak obsesi dan keinginan di saat kita mendapatkan ujian. Keinginan kita adalah apa yang dapat kita berikan untuk ISLAM dan kaum muslimin. Kegembiraan kita adalah bagaimana melihat hasil perjuangan da’wah kepada ummat. Obsesi kita adalah bagaimana bisa berbuat lebih banyak untuk ummat.

Terangilah hati dan jiwa kita untuk tetap bersama. Karena dengan itu eksistensi ukhuwah akan lebih terasa dan lebih indah. Hapuslah dzhon-dzhon yang ada dalam diri kita semua. Jangan cepat menyerah, putus asa, frustasi, apalagi cepat marah. Karena itu semua tak pernah membawa kita untuk mencapai kedudukan yg lebih mulia. Bukankah semua posisi yang lebih mulia selalu dicapai lewat pengorbanan yang luar biasa ????

Tetaplah disini saudaraku….

Tetaplah di jalan ini …. jalan keislaman…. jalan keimanan….. Tetaplah di jalan ini…. Walau hati ini perih…. walau jasad ini sakit…. Tetaplah di jalan ini…. Walau remuk tulang-tulang kita…. walau runtuh sendi-sendi kita…. walau habis cucuran keringat darah dan air mata kita…. Tetaplah di jalan da’wah ini…. Walau berkorban perasaan….. walau pahit menerima kenyataan….

Jalan yang kita tempuhi memang tak ringan. Banyak yang kita temui di jalan ini yang meninggikan asa dan harap kita. Namun, terkadang menghempaskan batin dan jiwa kita. Akan banyak yang kita temukan…. idealisme dan realitas bertempur, berperang, jauh masuk ke relung hati kita…. Hingga akhirnya jiwa kita harus mengalah…. apabila realitas jauh dari angan……..

Tetaplah disini saudaraku…. Kita akan memulai perjalanan yang lebih mendaki dan terjal. Tapi disanalah kita berharap bisa merasakan kenikmatan yang kita idam-idamkan….. Maka ucapkanlah “Alhamdulillah” atas semua keadaan yang kita alami…. Meski kebersamaan ini sungguh menguras keringat dan meletihkan sendi-sendi….

Tiada tulisan yang tergores di kertas ini selain karena kemudahan dan limpahan nikmat dari Allah ta’ala. Syukron jazakumullah khoiron katsir

Ukhuwah fillah..
It’s not how often
We seen each other
But… It’s how often
We pray and think about each other

Litha_Kos An-Nisa2
Saat jarum jam membentuk siku

6 Dhul-Qadah 1432

이슬람 Grand Opening Asistensi Agama Islam UNS 2011

Alhamdulillah.. Finally, one of the big project held successfully. This event held first at the second weekend of September, three days, September 10th, 11th, 17th continuously. The essence of GO AAI is in getting the new college students of UNS to understand that Asistensi Agama Islam (AAI) has been legal and so fun activity.  Special for them, preparations have been made and so far. Syukron jazakumullah khair to all committees, may Allah give His blessing to all of you.

*special thanks to DLK’s family, keep our VIRDAUS (VIsioner_DinAmis_religiUS) SPIRIT! :D

TAUHID RUBUBIYAH

Apa sich artinya Tauhid Rububiyah….?

Kata Rububiyah berasal dari akar Rabb, yaitu zat yang menghidupkan, mematikan, menciptakan, memberi rezeki, mengelola , mengatur dan menguasai alam semesta. Maka, tauhid rububiyah menunjukkan sebuah keyakinan terhadap keesaan Allah, bahwa Allah adalah satu-satunya zat yang melakukan perbuatan (af’al) tersebut.

Mari kita tengok ayat-ayat Allah dalam Alqur’an yang menjelaskan af’al Allah berkaitan dengan rububiyah, yang meliputi fenomena penciptaan , pemberian rezeki, juga pengelolaan dan penguasaan alam semesta ini .

”Sesungguhnya Tuhan kalian adalah Allah, yang telah mnciptakan langit dan bumi dalam enam masa.” (Al-A’raf: 54)

Malam dan siang adalah fenomena dan realitas yang sengaja diciptakan oleh Allah, sebagaimana Allah menciptakan matahari dan bulan.

”Dan Dialah yang menciptakan malam dan siang serta matahari dan bulan.”(Al Anbiya: 33).

Allah jualah yang menciptakan manusia dan memberikan kemampuan berbicara.

”(Tuhan) yang maha pemurah , yang telah mengajarlkan Al Qur’an. Dia mencptakan manusia , mengajarnya pandai bicara.” (Ar Rahman : 1-4)

Allah swt. Mengerjakan a’fal-Nya dengan sangat teratur, rapi dan tanpa cela, termasuk dalam menciptakan segala sesuatu.

”Dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran dengan serapi-rapinya.” (Al-Furqan: 2)

Yang jelas, Allah adalah satu-satunya pemberi rezeki di alam.

”Sesungguhnya Allah, Dialah maha pemberi rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.” ( Adz-Dzariyat : 58)

Sebagai kreator tunggal alam semesta, Allah tidak membiarkan makhluknya begitu saja, tapi Allah memberikan rezeki kepada seluruh manusia.

”Allahlah yang menciptakan kalian, kemudian memberikan kalian rezeki, kemudian mematikan kalian, kemudian menghidupkan (kembali).(Ar-Rum :40)

Apalagi manusia, bahkan hewan melaata pun tidak ada yang terlewatkan dari perhatian Allah.

”Dan tidak ada sesuatu bianatang melata pun di Bumi, melainkan Allahlah yang memberi rezekinya.”(Hud : 6)

Subhanallah…..,apalagi yang mau kita ragukan?.Apalagi alasan yang mau kita paparkan? Kekuasaan allah untuk memberi rezeki kepada tiap makhluknya terbukti di depan mata. Coba lihat semut- semut yang ada di sekitar kita. Walau kita tidak memberinya makan, tapi Dia bisa bertahan hidup, bahkan beranak pinak menjadi sangat banyak, yang sering kita lihat berjalan berbaris di dinding-dinding rumah. Atau perhatikan tumbuhan yang tumbuh liar, tanpa ada yang merawat, mengapa mereka bisa bertahan hidup? Mengapa mereka tumbuh berkembang, bertunas, bahkan sampai berbuah? Siapa yang menghidupkan mereka, kalau bukan Allah?

Oke, bagi manusia yang dikaruniai akal sehat, apalagi mengaku beriman, maka tidak ada lagi dalil untuk menolak aksioma ini. Apalagi bagi mereka yang memiliki sikap tauhid yang matang, maka ia tidak akan terjerumus pada kesyirikan, seperti meyakini suatu benda punya kekuatan ghaib, meyakini dukun yang dapat memberi petunjuk rezeki, meyakini hari-hari tertentu sebagai hari bertuah, atau isyarat-isyarat tertentu( dari binatang, burung atau cuaca) sebagai pertanda akan terjadinya sesuatu. Sebagai muslim kita tidak boleh mempercayai hal-hal yang tidak ada korelasinya dengan konsep ilmu pengetahuan dan bisa dipahami secara ilmiah, kecuali berdasarkan teks dalil yang tedapat dalam Al-Qur’an atau hadits-hadits Rasulullah saw.

Sekarang sudah ada gambaran jelas, bukan? Bahwa tauhid rububiyah, yakni keyakinan manusia bahwa Allah itu esa dalam penciptaan, pemberian rezki dan penguasaan atas makhluk-makhluk-Nya. Fenomena kealaman secara keseluruhan menjelaskan tentang hakekat tauhid rububiyah. Lihat saja fenomena Lanjut membaca

사랑 Because Everyday I Love YOU

I don’t know, but I believe

That somethings are meant to be

And that You’ll make a better me

Everyday I love You

I never thought that dreams came true

But You showed me that they do

You know that I learn somethings new

Because everyday I love You

‘Coz I believe that destiny

is out of my control

(Don’t You know that I do)

and You’ll never leave

until You love

with all Your heart and soul

It’s a touch when I feel bad

It’s a smile when I get mad

All the little things I’m

Everyday I love You

If I asked would You say yes

Together we’re the very best

I know that I’m truly blessed

Everyday I love You

And I’ll give You my best

Because everyday I love You

Sesungguhnya pada setiap waktu yang datang, maka bagi Allah atas dirimu kewajiban yang baru. Bagaimana kamu akan mengerjakan kewajiban yang lain, padahal ada hak Allah di dalamnya yang belum kamu laksanakan! Be Better in Every Time because Ibu and Bapak waiting for Your Success!! Fighting Litha!!!

이슬람교도 10 KARAKTER MUSLIM (MUWASHAFAT)

Bismillahirrahmanirrahim….

“Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Rabb mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka.” (Q.S Al-Kahfi [18]: 13)

Sebagai pengingat dari kita yang sudah sering mendengarnya atau bahkan hingga luar kepala (semoga tidak lupa). Sebagai seorang muslim/ah wa bil khusus pemuda hendaknya senantiasa berupaya membentuk kepribadian yang dimiliki agar sesuai dengan karakter ideal. Mengapa pemuda? Ditilik dari sejarah, merekalah komunitas pertama yang menyambut seruan dakwah Islam dengan baik dan tangan terbuka.

Rasulullah bersabda, ” Saya wasiatkan para pemuda kepadamu dengan baik, sebab mereka berhati halus. Ketika Allah mengutus diriku untuk menyampaikan agama yang bijaksana ini, maka kaum mudalah yang pertama-tama menyambutku, sedang kaum tua menentangnya.”

Karakter yang dimiliki hendaknya mengarah pada pencapaian pribadi muslim yang integral. Hasan Al-Bana dalam Risalah Taklim merumuskan profil muslim menjadi 10:

1. Salimul Aqidah (Aqidah yang lurus/ Good Faith)

Aqidah yang lurus/bersih ini harus ada di dalam diri seorang Muslim. Dengan aqidah yang lurus, maka seseorang akan memiliki ikatan yang kuat dengan Tuhannya. Ikatan ini akan membuat seorang muslim ikhlas dalam mematuhi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ikatan ini pula yang menjaga kita tetap bersemangat dalam berlomba-lomba untuk mencapai keridhan-Nya. Indikator karakter ini : memahami ilmu tauhid, selalu mengingat Allah dan selalu merasa diawasi (muraqabah)  oleh-Nya,selalu meluruskan niat, menjaga diri dari kemusyrikan, memahami rukun Iman dan rukun Islam, dsb.

”Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku, hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam.” (QS. Al-An’am [6]: 162)

2. Shahihul Ibadah (Ibadah yang benar/ Right Devotion)

Ibadah yang benar ini artinya setiap ibadah yang kita lakukan sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah. Indikatornya : melaksanakan shalat 5 waktu, melaksanakan shaum wajib dan shaum sunnah, mempelajari Al-Quran dan mengamalkannya, melaksanakan shalat sunnah (dhuha, tahajud,dsb).

”Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, kecuali agar mereka beribadah kepadaku..” (Q.S Adz – Dzariyat [51] : 56)

3. Matinul Khuluq (Akhlak yang kokoh/ Strong Character) Lanjut membaca

TAAT PADA QIYADAH

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik, dan bantulah mereka dengan cara yang baik (An-Nahl: 125)

Ayat di atas merupakan salah satu perintah yang menunjukkan wajibnya berdakwah. Termotivasi dari seorang sahabat tentang sejauh mana sikap sami’na wa atho’na pada seorang qiyadah.. Litha mencoba menulis ini semampu Litha. Semuanya masih dalam tahap belajar… Bismillah…

… sami’na wa atho’na pada qiyadah sudah seharusnya dilakukan. Namun.. tetap dengan catatan sejauh mana kebermanfaatannya untuk kemaslahatan umat. Belajar taat dengan menumbuhkan tsiqoh bil qiyadah (percaya pd pemimpin) dengan cara interaksi langsung sehingga melahirkan kebersihan hati, loyalitas dan pengakuan akan keluasan wawasan dari sang qiyadah tersebut.

Semoga simbiosis mutualisme antara qiyadah wal jundiyah yang dibingkai atas nama dakwah ini kan berbuah mardhotillah. Sebab.. meski konsep tertata rapi, prinsip dan sistem yang matang, namun ketika motor penggeraknya tidak ada, ya sama saja.. stagnan atau parahnya berhenti.

Ketaatan bisa direfleksikan dari ruhul istijabah (semangat menjawab seruan). Ketika qiyadah kita mengamanahi untuk melaksanakan sesuatu.. ya.. kita mencoba tanggap.. segera melaksanakan amanah tersebut. Ini akan berguna bagi kita kelak atau saat ini khususnya dalam nya’bi (dakwah masyarakat) yang menuntut kepekaan sosial yang tinggi. Lanjut membaca

자유 FREEDOM OF PALESTINE

guachipelin.com

Gathered here with my family…. My neighbours and my friends. Standing firm together against oppression holding hands. It doesn’t matter where you’re from. Or if you’re young, old, woman or man. We’re here for the same reason; we want to take back our land.


Oh God, Thank You. For giving us the strength to hold on. And now we’re here together. Calling You for freedom, freedom. We know You can hear our call, ooh no. We’re calling for freedom, fighting for freedom.We know You won’t let us fall, oh no. We know You’re here with us.

No more being prisoners in our homes. No more being afraid to talk. Our dream is just to be free, just to be free. Now when we’ve TAKEN our first step. Towards a life of complete freedom. We can see our dream getting closer and closer, we’re almost there

Oh God, Thank You. For giving us the strength to hold on. And now we’re here together. Calling You for freedom, freedom. We know You can hear our call, ooh no. We’re calling for freedom, fighting for freedom. We know You won’t let us fall, oh no . We know You’re here with us.

I can feel the pride in the air. And it makes me strong to see everyone. Standing together holding hands in unity. Shouting out LOUDLY demanding their right for freedom. This is it and we’re not backing OUT. Oh God we know You hear our call.

And we’re calling You for freedom, freedom. We know You can hear our call ooh NO. We’re calling for freedom, calling for freedom. We know You won’t let us fall oh NO. We know You’re here with us