Arsip

No One Chooses to be a Refugee

source:pacificaforum.org

Today, May 15th 2012 commemorates 64 years since Palestine’s Nakba or Catastrophe: May 15th 1948

>>Maybe we say,
“It’s amoral.. Violate human rights, israel la’natullah alaih lost their sense of humanity!” automatically.

>>Few minutes later.. back to our routinize, doing our daily activities. Like there isn’t something important happens.

>>What should we do to help our brothers and sisters there? (=

금요일 ALHAMDULILLAH IT’S JUMUAH BARAKAH

Assalamu’alaykum my beloved muslim brothers and sisters!!! :D

Day by day passes. Welcome May, see you April, Insha Allah. Uhm.. do you know that Litha like rose so much. So, when I was googling about rose, I found this beautiful wallpaper. The incredible combination between rose and Surah Al-Kahf. You all absolutely know that we are suggested to recite Al-Kahf on Jumuah to get His mercy ^__^

Rose*Jumuah*Al-Kahf (=

It was narrated from Abu Sa’eed al-Khduri that the Prophet (peace and blessings of be upon him) said:”Whoever reads Surat al-Kahf on Friday, he will be illuminated with light between the two Fridays.” Narrated by al-Hakim

Thanks a lot to Raef (one of Litha’s favourite singer :) ) for having It’s Jumuah “Friday”. This song has simple unique harmonization. I ask  Allah to keeps on blessing him. Interestingly the song taken by Raef is cover remake. Meaning he is musyid who remake the west songs to religious songs. This lyric titled It’s Jumuah “Friday”. For sure it’ll be make you feel good and say, “Alhamdulillah, it’s Jumuah!!!”.

Got to recite Surat Al-Kahf

Jumuah barakah (=

Lanjut membaca

이슬람 교도 Study Ukhuwah to Tutorial PAI UNY

One beautiful at sunny weekend morning..

Saturday, 31st March 2012. Alhamdulillah, the big project from campus, Study Ukhuwah Biro AAI UNS held well. We went to Tutorial PAI UNY, Jogja. More than 50 people join this event. We arrived at UNY in Masjid Mujahidin at 10.00 A.M. Hmm.. come to Jogja again. It was remind me with many friends of Da’wah Sekolah ‘DS’ Kota Jogja. Miss you all guys! ^_^

akhwat participant UNS-UNY

After dzuhur prayer there was focus group discussion. Shared together about each management pattern, curriculum of tutorial also fund rising system. There was unique something from Tutorial PAI UNY. The tutor was getting salary from their teaching, 1000 IDR for one hour. Meaning there are donation to support assistant of AAI’s event (come on Biro AAI, you too! :D ) This program of learning and fun can absolutely open the participant’s mind about Islamic development and management.

unfortunately it’s unsymmetrical ^_^

The last session was rihlah, we went to Parangtritis Beach. We played with the wave and enjoyed along seashore. Closed my eyes at the moment and recite subhanallah! Litha watched and marveled how Allah swt created all this living things so perfectly. Ah, I wrote the Biro’s logo on the sand ^_^ Lanjut membaca

책 99 Cahaya di Langit Eropa; Memandang Islam dari Sisi Lain

In every new experience there are precious moments which can result the love and make us close to Allah Almighty. This story of journey around Europe of Hanum Salsabiela Rais and her husband, Rangga Almahendra while getting his doctoral program scholarship in Wina, Austria.


This novel also gives nice information how to survive as a Muslim minority. Another interesting thing from 99 Cahaya di Langit Eropa is that it makes us more proud to be muslim. The journey of Hanum & Ranga means not only having fun visiting remarkable places around Europe like France or Germany. More interesting than Mozart Concert, Eiffel, Colosseum Roma or Berlin Wall. But we’ll close to history of Islam from artifacts in Europe.

Laa illaa ha Illallah was written in Maryam’s veil painting. The beautiful of Mezquita masjid.. or katedral. Cordoba, the true city of lights. Learn Islam from Al-Hambra palace at Granada and many others.

Find out more about Islam rahmatan lil ‘alamin in this book. Finally, for sure you’ll be grateful born to be muslim!

Note:

Thanks a lot to Mba Hanum and Mas Rangga. Litha always remember your advice: Lanjut membaca

SURAT CINTA UNTUK MUROBBI DI DAKWATUNA

Judul Buku : Surat Cinta Untuk Murobbi
Penulis : Ifa Avianty, Naqiyyah Syam, Fauzul Izmi, Sisri Dona, dkk
Penerbit : Paraplui Publishing, Yogyakarta
Cetakan Ke : 1
Tahun Terbit : Juli 2011
Tebal Buku : ix + 309 halaman ; 20cm

Romantisme Tarbiyah

dakwatuna.com – Awalnya, aku buta agama. Kemudian Allah membimbingku untuk mengenal sebuah nama, Tarbiyah. Maknanya adalah pendidikan. Pendidikan dalam seluruh aspeknya. Bukan sekedar pendidikan formal di bangku sekolah yang hanya mengejar ijazah. Tarbiyah bukan pula formalitas kosong yang minim makna. Maka, Tarbiyah kumaknai sebagai pendidikan asasi untuk menemukan jati diri kita yang sebenarnya.

Setelah perkenalanku dengannya, dunia serasa indah adanya. Bagaimana tidak kawan? Aku semakin mengetahui eksistensi diriku. Dari mana aku berasal? Untuk apa aku dicipta? Dan bagaimana seharusnya kujalani kehidupan yang dianugerahkan ini? Semuanya kutemukan dalam tarbiyah. Belum lagi keberadaan insan-insan Tarbiyah yang selalu menginspirasi.

Ada seorang ibu dengan 13 orang anak luar biasanya, Sebuah keluarga dengan 10 mujahid pencinta Al Qur’an, Para lelaki parlente yang cinta masjid, Ummahat anggun yang menjaga diri dengan hijab syar’i, Pekerja kantoran yang taat shalat, Pelajar pas-pasan yang menghargai waktu, Dan Para kuli yang senantiasa bercita-cita menjejakkan kakinya di surga, serta aneka profil lainnya yang sungguh sayang jika dilewatkan tanpa makna.

Maka, mengenal tarbiyah adalah syukur yang tak bertepi. Ketika ukhuwah manis rasanya, ia lebih indah dari pelangi. Ia lebih hangat dari sang surya ketika Dhuha, ia lebih sejuk dibanding mata air di tengah sahara. Dalam tarbiyah, ukhuwah adalah perekat yang kelak mengantarkan para pelakunya untuk reuni di surgaNya. Amiin.

Tarbiyah, membuat ukhuwah nampak luar biasa. Ia bukanlah basa basi tanpa arti. Ia benar-benar lahir dari lubuk yang paling dalam. Maka, meski mata tak pernah bersitatap, meski raga tak kunjung jua berjumpa, para pelaku Tarbiyah senantiasa berpelukan hatinya. Berpelukan dalam taqwa, berpelukan dalam rangka mencintaNya.

Bagi Anda yang belum kenal Tarbiyah, buku ini, mudah-mudahan, menjadi Lanjut membaca

PENGANTIN-PENGANTIN AL-QUDS DI KORAN SOLOPOS

Bersama teman-teman FLP Solo, Litha berkunjung ke kantor Redaksi Solopos. Belajar tentang tulisan-tulisan yang sesuai dengan karakter surat kabar ini bareng Mba Niken, Pak Sholahuddin Muzayin dan Mas Ichwan Prasetyo yang kesemuanya super ramah plus book addict. Sekalian berkeliling dari satu ruangan ke ruangan lain sampai ke ruang cetak koran dengan mesinnya yang super gedhe. Beberapa dari anggota FLP yang pernah ‘noelis’ meninggalkan rekam jejak di sana. Terimakasih Litha haturkan buat Pak Sholahuddin Muzayin Litbang Solopos yang sudah mau meresensi (insya Allah) buku kami.

Kumpulan Cerpen Merindu Palestina

Husam duduk bersimpuh di depan pusara Riqqah. Sudut matanya perih. Ternyata takdir hanya mempertemukan mereka sekali saja.

Senyum cantik dalam wajah yang tertunduk, terekam kembali dengan manis dalam blitz memori pemuda itu. Tak dapat dibendung, tangisnya pun mengalir.“Aku pasti akan menyusulmu, Riqqah” rintih Husam

Untuk kekasihku Husam, Maafkan harus melewatkan hari bahagia kita. Syaikh Yahya Afaneh adalah minyak bagi obor semangat salah satu brigade pejuang negeri kita. Beliau dalam keadaan gawat. Dan satu-satunya orang yang diharapkan dapat menolong adalah aku. Dengan surat ini kumohon izin dan ridamu, suamiku. Dan bila nanti aku tidak bisa pulang, semoga Allah mempertemukan kita di surga-Nya. Semoga Allah merahmati.. Riqqah Husam membuka lembaran itu perlahan… “Dan ini surat terakhir Riqqah untuk Akhi Lanjut membaca

이슬람교도 Merenda Keteguhan dan Kesabaran

“Apapun yg qt lakukan” SELALU ada yg melihat. Minimal ALLAH. Bisa juga malaikat, jin qorin, syaithan,   manusia, hewan, tanaman & serta makhluq2 Allah yg lainnya.”

Sebuah pesan singkat yang Litha terima dari seorang teman. Pada mulanya agak ngeri juga, mengingat pesan tersebut dikirim sekitar jam 11 malam dan kondisi kos sudah sepi.

Namun.. ketika direnungi lebih lama sebenarnya ini menjadi suatu bentuk pengingatan bagi kita tentang adanya muraqabatullah. Allah senantiasa mengawasi kita di setiap kondisi, mengetahui apa yang kita pikirkan hingga hal terkecil bahkan untuk sebuah niat. Hal abstrak yang fisiknya tak bisa kita indra. Sebuah rem kendali terhadap perbuatan buruk kita.

Pribadi yang sadar akan pengawasan samawi (dari langit) pada hakikatnya menggunakan jasad sebagai sarana bagi ruh untuk menghamba pada-Nya. Betapapun sakit yang dirasa, payah yang semakin bertambah, kehilangan yang tak berkurang.. tak seharusnya menghentikan langkah kita untuk tetap teguh meniti jalan kebaikan.

Tsabat ini akan teruji ketika masalah muncul di depan kita. Bagaimana kita mengkonversi setiap masalah yang ada sebagai peluang untuk lulus ke tahap tingkat awal. Keberhasilan yang diraih akan menciptakan militansi sebagai kunci pembuka pintu-pintu keberhasilan berikutnya.

“… mereka tidak (menjadi) lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah,   tidak patah semangat dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh).  Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” Ali ‘Imran (3): 146

Mari kita cermati bersama ayat di atas. Tidak lemah karena bencana (red: ujian), tidak patah semangat. Sebab orang mukmin memandang hari akhir sangat dekat. Orientasi setiap aktivitas yang dikerjakakan berupa mihwar pada akhirat. Inilah yang menjadikan generasi para salafus shalih terus menerus berfastabiqul khairat.

Pernah dengar upaya yang ditempuh musuh-musuh untuk menghancurkan agama ini? Berapa banyak biaya yang ditelan untuk mempersenjatai Israel demi memblokade Palestina? Berapa waktu yang sudah mereka habiskan utnuk merancang serangkaian cara melenyapkan umat muslim?

Nah, sahabat!

Hendaklah kita hapuskan rasa inferior dalam diri ini, merasa rendah ketika berkompetisi. Padahal Allah telah menegaskan di ayat tersebut, “tidak (pula) menyerah (kepada musuh).” Sehingga ada perspektif positif yang bisa kita bangun. Kita sama-sama berkompetisi dengan musuh-musuh Allah namun yang membedakan kita dengan mereka adalah fastabiqul khairat. Berlomba-lomba dalam kebaikan. Di sana ada sebuah harapan untuk mereguk pahala yang sekali lagi dibutuhkan kesabaran berlipat untuk meraihnya.

“Wahai orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu..”     Ali ‘Imran (3): 200

Akhirnya,

Dengan segala harap kepada-Nya, semoga kita senantiasa teguh dan sabar merenda pahala untuk dituai kelak.

Bumi Allah Solo, 3 Dzulhijjah 1432H

#diketik saat menata kembali kepingan-kepingan peta hidup (=

이슬람교도 Tetaplah Di Jalan Ini…!

Teruntuk seluruh saudaraku, terkhusus buat Litha sendiri…..

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong [agama] Allah,
Niscaya dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu [QS. Muhammad:7]

Tribute to DLK’s Family of BIRO AAI UNS 2011

Akh Syafi’ul Umam, Akh Anjar Miska Prayoga, Akh Husein Nur Ariefin, Akh Rachmad Adi Riyanto
Ukht Kurnia Sari, Ukht Wahyu Setyowati, Ukht Ukhwatul Hasanah, Ukht Dian Kusumawati

Always… keep our VIRDAUS (VIsioner_DinAmis_religiUS) spirit

Entahlah, terkadang perjalanan yang jauh dan tidak pernah berakhir ini sering membuat kita lelah, capai, dan benar-benar letih. Hatta, keletihan itu sendiri terkadang tidak bisa digambarkan dengan visualisasi tertentu. Fase-fase inilah yang teramat sangat kita takutkan, kita khawatir suatu saat nanti kita tidak dapat lagi merasakan indahnya ber-Islam, indahnya berukhuwah, dan indahnya beribadah kepada Allah SWT. Kita juga mengkhawatirkan terjadinya disorientasi dalam dakwah yang sedang kita rancang.

Apapun ceritanya, ana, antum wa antuna, marilah kita berazzam agar kita tetap dan akan selalu senantiasa berada dalam rumah besar DAKWAH & TARBIYAH ini… Allahumma amiin

Tetaplah di sini saudaraku……

Di jalan keimanan ini… di jalan keislaman ini…. Tetaplah bersama-sama meniti jalan ini…. sampai usai. Kita semua mungkin sudah letih…. karena perjalanan ini amat panjang dan berliku. Tapi, bersiaplah di sini….. Jangan sekali-kali kita menjauh! Yakinlah kenikmatan pengorbanan yang kita teguk di jalan ini, jauh lebih banyak … ketimbang yang dilakukan orang-orang kebanyakan. Keindahan di sini, jauh lebih indah dari pada keindahan yang dibanggakan oleh orang-orang lalai itu.

Kita memperoleh puncak obsesi dan keinginan di saat kita mendapatkan ujian. Keinginan kita adalah apa yang dapat kita berikan untuk ISLAM dan kaum muslimin. Kegembiraan kita adalah bagaimana melihat hasil perjuangan da’wah kepada ummat. Obsesi kita adalah bagaimana bisa berbuat lebih banyak untuk ummat.

Terangilah hati dan jiwa kita untuk tetap bersama. Karena dengan itu eksistensi ukhuwah akan lebih terasa dan lebih indah. Hapuslah dzhon-dzhon yang ada dalam diri kita semua. Jangan cepat menyerah, putus asa, frustasi, apalagi cepat marah. Karena itu semua tak pernah membawa kita untuk mencapai kedudukan yg lebih mulia. Bukankah semua posisi yang lebih mulia selalu dicapai lewat pengorbanan yang luar biasa ????

Tetaplah disini saudaraku….

Tetaplah di jalan ini …. jalan keislaman…. jalan keimanan….. Tetaplah di jalan ini…. Walau hati ini perih…. walau jasad ini sakit…. Tetaplah di jalan ini…. Walau remuk tulang-tulang kita…. walau runtuh sendi-sendi kita…. walau habis cucuran keringat darah dan air mata kita…. Tetaplah di jalan da’wah ini…. Walau berkorban perasaan….. walau pahit menerima kenyataan….

Jalan yang kita tempuhi memang tak ringan. Banyak yang kita temui di jalan ini yang meninggikan asa dan harap kita. Namun, terkadang menghempaskan batin dan jiwa kita. Akan banyak yang kita temukan…. idealisme dan realitas bertempur, berperang, jauh masuk ke relung hati kita…. Hingga akhirnya jiwa kita harus mengalah…. apabila realitas jauh dari angan……..

Tetaplah disini saudaraku…. Kita akan memulai perjalanan yang lebih mendaki dan terjal. Tapi disanalah kita berharap bisa merasakan kenikmatan yang kita idam-idamkan….. Maka ucapkanlah “Alhamdulillah” atas semua keadaan yang kita alami…. Meski kebersamaan ini sungguh menguras keringat dan meletihkan sendi-sendi….

Tiada tulisan yang tergores di kertas ini selain karena kemudahan dan limpahan nikmat dari Allah ta’ala. Syukron jazakumullah khoiron katsir

Ukhuwah fillah..
It’s not how often
We seen each other
But… It’s how often
We pray and think about each other

Litha_Kos An-Nisa2
Saat jarum jam membentuk siku

6 Dhul-Qadah 1432

이슬람 Grand Opening Asistensi Agama Islam UNS 2011

Alhamdulillah.. Finally, one of the big project held successfully. This event held first at the second weekend of September, three days, September 10th, 11th, 17th continuously. The essence of GO AAI is in getting the new college students of UNS to understand that Asistensi Agama Islam (AAI) has been legal and so fun activity.  Special for them, preparations have been made and so far. Syukron jazakumullah khair to all committees, may Allah give His blessing to all of you.

*special thanks to DLK’s family, keep our VIRDAUS (VIsioner_DinAmis_religiUS) SPIRIT! :D

이슬람교도 Happy Eid Mubarak 1 Shawal 1432 H

Bismillahhirahmanirrahim

My dear brothers.. My dear sisters Muslim on the world

Hope it will not be too late, Insya Allah still on Syawal Month

Lots of dreams are planning here, in the great of Ramadhan.

Let Ramadhan do the beginning and we continue this spirit..

Happy Eid Fitri Mubarak 1432 H

 Taqobbalallahu minna wa minkum, please forgive all Litha’s faults