Archive | Februari 2012

잠시 쉬다 Take a Rest

This day was such an off day. Everything went wrong.

I know I can see the difficulties even sadness

I need solace, need to have a rest. Not for long time, just for a moment.

To a beautiful end of the expected preparing

<< Kesabaran itu ada batasnya…. Dan kau tahu pasti apa itu batasnya >>

<< Ketika tertapak kaki kita di surga-Nya >>

Lirik Lagu Jane Park Ieo Sana – Or After 이어사나 (Ending Theme) (OST Tamra The Island / Tempted Again 탐나는도다) Lyrics

(= sudah beberapa hari ini jarang baca-baca Han Geul, yuk ah.. belajar lagi biar ga lupa. Ini ada lirik ‘Ending Theme’ dari drama Tamra the Island. Litha ga nonton film ini (karena memang ga suka nonton drama Korea) , tapi suka soundtracknya aja. Insya Allah Han Geul-nya ga terlalu riweuuh. Lagunya enerjik dan bikin semangat (meski ada bagian terharunya T_T ), cocok bagi yang sedang banyak masalah. Jadi berasa di pulau tak berpenghuni plus pantai pasir putihnya.. Hmmm… calm down.

NB: jangan keterusan, kalo dah cukup balik lagi ke murottalnya ya.. hihi ^_^

Lirik Lagu Jane Park – Or After 이어사나 (Ending Theme)

(OST Tamra The Island / Tempted Again 탐나는도다) Lyrics

이어사나 이어사나 물로야 뱅뱅 돌아진 섬에
i-eo-sa-na i-eo-sa-na mool-ro-ya baeng-baeng do-ra-jin seo-me
이어사나 이어사나 먹으나 굶으나 물질 허영
i-eo-sa-na i-eo-sa-na meo-gu-na gool-mu-na mool-jjil heo-yeong
이어사나 이어도 사나
i-eo-sa-na i-eo-do sa-na Lanjut membaca

여행 Tour de Solo Jenang Festival

Friday’s ago Litha and DLK’s family of Biro AAI UNS (just akhwat) spent a fascinating soul mate outing together at Ngarsopuro. Ya.. there was the first Jenang Festival to commemorate the 267th anniversary of this city.

Jenang Mutiara 'Kenyo Mesem'

There were 4 people from DLK: Ukhti Wahyu Setyowati, Ukhti Anindya R. Puspita, Ukhti Anggalia Novika, Ukhti Arifah (U. Wahyu’s friend) and me. Wanna got it for free, but in fact no body from us enjoyed the porridge. The reason is.. we didn’t like to fought with many people (sereem T.T) and Litha didn’t want to get Typhoid Fever again (hehe.. apa coba).

Nasi Liwet

Many villages organization esp. from ‘Ibu-Ibu PKK’ and government agencies participated there. Litha love flower (esp. rose) so much, and Alhamdulillah I got the Laos Flower free from Lanjut membaca

선물 KADO MODEL KIPAS

Well.. pagi tadi bungkus kado amanah temen-temen FLP UNS. Seperti biasanya, jadi gift hunter dan temen2 udah tsiqah mau dibeliin apa. Kalo Litha yg ngurus mah, always.. nyari barang dengan nuansa pink, hehehe :) . Tapi sayang kali ini yg pink dapatnya 1 barang aja. OK, sekarang Kado Model Kipas. Sebenernya ini variasi model pita. Insya Allah mudah, yuk check it out!

1. Siapin bahan standar:

>> Kertas kado: nyari yg pink ga ada yg bagus, dapetnya yg ijo ini, lumayan lah ya…

>> Gunting, Double tape, Selotip

>> Ucapan

>> Pita: disesuaikan dg warna kertas kadonya

>> Barang:

termos ‘TASTY’ pink (sekitar Rp 76.000 – Rp 86.000), jam dinding (antara Rp 30.000 – Rp 40.000)

2. Letakkan barang di atas kertas. Lipat sekitar 1cm salah satu sisi kertas kado supaya terlihat rapi (lihat gambar atas bagian kanan). Rekatkan dengan double tape Lanjut membaca

SURAT CINTA UNTUK MUROBBI DI DAKWATUNA

Judul Buku : Surat Cinta Untuk Murobbi
Penulis : Ifa Avianty, Naqiyyah Syam, Fauzul Izmi, Sisri Dona, dkk
Penerbit : Paraplui Publishing, Yogyakarta
Cetakan Ke : 1
Tahun Terbit : Juli 2011
Tebal Buku : ix + 309 halaman ; 20cm

Romantisme Tarbiyah

dakwatuna.com – Awalnya, aku buta agama. Kemudian Allah membimbingku untuk mengenal sebuah nama, Tarbiyah. Maknanya adalah pendidikan. Pendidikan dalam seluruh aspeknya. Bukan sekedar pendidikan formal di bangku sekolah yang hanya mengejar ijazah. Tarbiyah bukan pula formalitas kosong yang minim makna. Maka, Tarbiyah kumaknai sebagai pendidikan asasi untuk menemukan jati diri kita yang sebenarnya.

Setelah perkenalanku dengannya, dunia serasa indah adanya. Bagaimana tidak kawan? Aku semakin mengetahui eksistensi diriku. Dari mana aku berasal? Untuk apa aku dicipta? Dan bagaimana seharusnya kujalani kehidupan yang dianugerahkan ini? Semuanya kutemukan dalam tarbiyah. Belum lagi keberadaan insan-insan Tarbiyah yang selalu menginspirasi.

Ada seorang ibu dengan 13 orang anak luar biasanya, Sebuah keluarga dengan 10 mujahid pencinta Al Qur’an, Para lelaki parlente yang cinta masjid, Ummahat anggun yang menjaga diri dengan hijab syar’i, Pekerja kantoran yang taat shalat, Pelajar pas-pasan yang menghargai waktu, Dan Para kuli yang senantiasa bercita-cita menjejakkan kakinya di surga, serta aneka profil lainnya yang sungguh sayang jika dilewatkan tanpa makna.

Maka, mengenal tarbiyah adalah syukur yang tak bertepi. Ketika ukhuwah manis rasanya, ia lebih indah dari pelangi. Ia lebih hangat dari sang surya ketika Dhuha, ia lebih sejuk dibanding mata air di tengah sahara. Dalam tarbiyah, ukhuwah adalah perekat yang kelak mengantarkan para pelakunya untuk reuni di surgaNya. Amiin.

Tarbiyah, membuat ukhuwah nampak luar biasa. Ia bukanlah basa basi tanpa arti. Ia benar-benar lahir dari lubuk yang paling dalam. Maka, meski mata tak pernah bersitatap, meski raga tak kunjung jua berjumpa, para pelaku Tarbiyah senantiasa berpelukan hatinya. Berpelukan dalam taqwa, berpelukan dalam rangka mencintaNya.

Bagi Anda yang belum kenal Tarbiyah, buku ini, mudah-mudahan, menjadi Lanjut membaca

PENGANTIN-PENGANTIN AL-QUDS DI KORAN SOLOPOS

Bersama teman-teman FLP Solo, Litha berkunjung ke kantor Redaksi Solopos. Belajar tentang tulisan-tulisan yang sesuai dengan karakter surat kabar ini bareng Mba Niken, Pak Sholahuddin Muzayin dan Mas Ichwan Prasetyo yang kesemuanya super ramah plus book addict. Sekalian berkeliling dari satu ruangan ke ruangan lain sampai ke ruang cetak koran dengan mesinnya yang super gedhe. Beberapa dari anggota FLP yang pernah ‘noelis’ meninggalkan rekam jejak di sana. Terimakasih Litha haturkan buat Pak Sholahuddin Muzayin Litbang Solopos yang sudah mau meresensi (insya Allah) buku kami.

Kumpulan Cerpen Merindu Palestina

Husam duduk bersimpuh di depan pusara Riqqah. Sudut matanya perih. Ternyata takdir hanya mempertemukan mereka sekali saja.

Senyum cantik dalam wajah yang tertunduk, terekam kembali dengan manis dalam blitz memori pemuda itu. Tak dapat dibendung, tangisnya pun mengalir.“Aku pasti akan menyusulmu, Riqqah” rintih Husam

Untuk kekasihku Husam, Maafkan harus melewatkan hari bahagia kita. Syaikh Yahya Afaneh adalah minyak bagi obor semangat salah satu brigade pejuang negeri kita. Beliau dalam keadaan gawat. Dan satu-satunya orang yang diharapkan dapat menolong adalah aku. Dengan surat ini kumohon izin dan ridamu, suamiku. Dan bila nanti aku tidak bisa pulang, semoga Allah mempertemukan kita di surga-Nya. Semoga Allah merahmati.. Riqqah Husam membuka lembaran itu perlahan… “Dan ini surat terakhir Riqqah untuk Akhi Lanjut membaca