JATI BELANDA (Guazauma ulmifolia Lamk)
Merupakan tanaman obat yang berfungsi menguruskan badan atau menurunkan berat badan. Jati Belanda (Guazumaulmifolia Lamk atau G. tomentosa Kunth.Sun) berasal dari Amerika yang beriklim tropis dan tumbuh di dataran rendah, di Pulau jawa tumbuhan ini tumbuh liar. Nama lain jati belanda adalah jati londo, jati sabrang, dalam bahasa asing; guasima (Mexico), bastard cedar (Inggris). Jati belanda biasanya ditanam sebagai pohon peneduh, tanaman pekarangan atau tumbuhan yang liar
Jati belanda merupakan pohon yang berbatang keras bercabang, berkayu bulat dengan permukaan batang yang kasar, dan berwarna coklat kehijauan. Daunnya berbentuk bulat telur berwarna hijau dengan pinggiran bergerigi, permukaan kasar, ujung rucing, pangkal berlekuk, pertulangan menyirip berseling, dan berukuran panjang 10-16 cm serta lebar 3-6 cm. Bunganya berwarna kuning, berbau wangi serta memiliki titik merah di bagian tengah, berbentuk mayang dan muncul di ketiak daun. Buah dari tanaman ini berbentuk bulat, keras, memiliki lima ruang, permukaan tidak rata berwarna hijau ketika muda dan berubah menjadi cokelat kehitaman setelah tua.
KANDUNGAN KIMIA:
Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, antara lain :
Kulit : asam, dammar, zat samak,
Daun, buah, biji : zat pahit, glikose, lemak, triterpen, sterol, alkaloid, flavonoid, tannin,
karbohidrat dan saponin
EFEK FARMAKOLOGIS :
Dalam berbagai literatur, manfaat tanaman jati belanda dalam bentuk tunggal antara lain:
Biji : menghentikan diare, pelangsing, obat penyembelit, perut kembung, sesak, sakit perut.
Kulit dalam : astringen, diaforetik, serta elephantiasis (kaki gajah).
Buah : untuk obat batuk, diare, sebagai sedapan, melarutkan lendir/obat batuk berdahak, perut kembung.
Daun : pelangsing tubuh.
Kulit batang : tonikum, obat penyakit lepra dan herpes.
PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Diare, sakit perut,kolera, penyembelit
Biji disangrai, ditumbuk halus, direbus, minum.
2. Perut kembung, rasa sesak di daerah lambung
12 biji dibakar,ditumbuk, tambah 1 tetes minyak adas, minum.
3. Astringens
Kulit dalam, kulit dan biji. direbus
4. Batuk
Makan buah jati belanda masak yang berwarna hitam.
5. Penyakit Kaki Gajah (elephantiasis)
Penyakit ini disebabkan oleh aktivitas sejenis cacing yang menyumbat aliran getah bening. Gejala khas yang timbul dari penyakit ini adalah adanya pembengkakan yang sangat besar pada jaringan-jaringan pengikat dan pembuluh getah bening. Daun yang akan digunakan sebagai ramuan dipilih daun yang segar dan berwarna hijau tua diambil secukupnya, dikeringkan dengan cara diangin – anginkan, tetapi harus terhindar dari cahaya matahari langsung karena dapat mengubah warna daun menjadi cokelat kehitaman. Daun yang sudah kering digiling sampai menjadi serbuk. Serbuk diambil kira–kira sebanyak 20 gram serbuk, kemudian seduh dengan air panas, disaring, dan air saringan diminum sehari 2 kali.
6. Menguruskan badan (obat pelangsing)
Senyawa kimia dalam jati belanda berupa tanin yang banyak terkandung di bagian daun, mampu mengurangi penyerapan makanan dengan cara mengendapkan mukosa protein yang ada dalam permukaan usus halus. Selain itu terdapat senyawa kimia musilago yaitu suatu zat yang berbentuk lendir bersifat sebagai pelicin. Dengan adanya musilago, absorbsi usus terhadap makanan dapat dikurangi. Hal ini yang yang menjadi alasan banyaknya daun jati belanda yang dimanfaatkan sebagai obat susut perut dan pelangsing. Sehingga mampu mengurangi penyerapan makanan dan obesitas (kegemukan) dapat terhambat.
Selain itu jati belanda berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol. Pada umumnya obat pelangsing dibuat dalam bentuk teh dan termasuk aman karena pemakaian jati belanda dalam jangka panjang tidak mempengaruhi fungsi lever atau hati.
Cara penyajian:
- Ambil segenggam daun jati belanda kemudian cuci, lalu rebus dengan 2 gelas air sampai menyusut jadi 1 gelas, Setelah dingin kemudian disaring. Minum 2 kali 1hari.
- Daun 7 lembar ditambah sepotong rimpang bengle,cuci lalu rebus dengan 1,5 gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin disaring, bagi untuk dua kali minum, pagi dan sore hari.
- Daun dikeringkan, digiling jadi serbuk. Ambil 20 gram serbuk, sedu dengan air panas, saring, minum, sehari dua kali
